Update Terbaru Daftar Saham LQ45, IDX30, serta IDX80, BREN, DSSA, dan NCKL Ikut Terimbas

Update Terbaru Daftar Saham LQ45, IDX30, serta IDX80, BREN, DSSA, dan NCKL Ikut Terimbas
Foto: Ilustrasi Update Terbaru Daftar Saham LQ45, IDX30, serta IDX80, BREN, DSSA, dan NCKL Ikut Terimbas.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengumumkan perubahan terhadap konstituen Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 yang akan mulai berlaku pada 4 Mei 2026. Dalam pengumuman tersebut, terdapat beberapa saham baru yang akan masuk ke Indeks LQ45, yakni CUAN, DEWA, ESSA, HRTA, dan WIFI, sementara saham BREN dan DSSA akan keluar dari indeks tersebut.

Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi yang dilakukan BEI untuk meningkatkan kualitas pasar modal serta menarik lebih banyak investor. Dengan penyesuaian kriteria yang mencakup aspek High Shareholding Concentration, diharapkan dapat menjadikan pasar lebih likuid dan berfundamental baik.

Saham terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), akan bergabung dalam Indeks LQ45. Di samping itu, saham-saham seperti PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) dan PT Surya Essa Perkasa Tbk. (ESSA) juga akan masuk ke dalam indeks tersebut, sedangkan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) harus keluar setelah tiga bulan berada di dalamnya.

Selain BREN, PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) juga terdepak dari Indeks LQ45. Dalam Indeks IDX30, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) akan menggantikan posisi PT Indosat Tbk. (ISAT).

Daftar Saham Indeks Utama

Indeks Masuk Keluar
LQ45 CUAN, DEWA, ESSA, HRTA, WIFI BREN, CTRA, DSSA, HEAL, NCKL
IDX30 ADMR ISAT
IDX80 BKSL, CBDK, DEWA, GGRM, TPIA BREN, BTPS, DSSA, NCKL, MTEL

Pihak BEI menegaskan bahwa penyesuaian kriteria evaluasi indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 dengan memperhatikan High Shareholding Concentration akan memberikan dampak positif terhadap pasar modal di Indonesia. Genandy Miharja, seorang analis senior dari Simpan Asset Management, menambahkan bahwa perubahan ini akan meningkatkan kualitas indeks yang ada dan mendorong emiten untuk memperbaiki porsi saham beredar di publik.

Lebih lanjut, ia percaya bahwa keberadaan saham dalam indeks berpotensi untuk menarik inflow investasi pasif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan dari para investor. Genandy juga mencatat kemajuan yang terlihat dalam kerjasama kebijakan antara BEI dan MSCI, termasuk peningkatan batas kepemilikan saham dan kategori investor.

Walaupun ada kemajuan, Genandy mencatat bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti penguatan tata kelola dan demutualisasi bursa. Ia berpendapat bahwa momen ini bisa menjadi titik balik untuk menarik lebih banyak investor asing dan memperkuat nilai tukar rupiah.

“Sebagai Manajer Investasi, kami melihat ini sebagai suatu rasa sakit dalam jangka pendek, tetapi akan memberikan keuntungan jangka panjang. Meningkatkan kredibilitas pasar adalah hal yang sangat diperlukan,” tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi