Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperketat kriteria evaluasi untuk konstituen Indeks IDX80 yang mulai berlaku pada Mei 2026. Penyesuaian ini bertujuan untuk mencerminkan dinamika pasar saham yang terus berkembang.
Perubahan yang dilakukan mencakup aspek likuiditas, di mana saham tidak boleh mengalami ketidaktransaksian lebih dari satu hari dalam enam bulan terakhir, serta penambahan kriteria baru terkait konsentrasi kepemilikan. Saham juga harus memenuhi rasio free float minimal 10% atau sesuai dengan ketentuan Peraturan I-A, mana yang lebih tinggi.
Menurut pengumuman yang dirilis, penyesuaian kriteria ini telah diterapkan dalam evaluasi bulan April dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas indeks. Evaluasi ini diambil untuk memastikan indeks lebih representatif terhadap dinamika pasar yang ada di Indonesia.
Secara umum, kriteria dasar untuk masuk dalam indeks IDX80 tetap berlandaskan pada saham-saham yang termasuk dalam IHSG dan telah terdaftar lebih dari enam bulan. Selain itu, hanya 150 saham dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler dalam 12 bulan terakhir yang akan menjadi pertimbangan.
Saham yang masuk ke dalam indeks juga harus memenuhi batas minimum dari kapitalisasi pasar free float. Namun, ada beberapa perubahan penting yang berlaku, terutama pada kriteria likuiditas perdagangan yang lebih ketat.
Sebelumnya, saham harus selalu ditransaksikan setiap hari selama enam bulan terakhir tanpa pernah disuspensi. Dengan penyesuaian terbaru, kriteria tersebut kini menjadi tidak boleh lebih dari satu hari tidak bertindak selama enam bulan terakhir.
Perubahan juga mencakup penambahan kriteria baru yaitu saham tidak boleh tergolong dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Penyesuaian ini merujuk pada pengumuman yang dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Indonesia terkait kriteria evaluasi indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.
Pengumuman tersebut juga mencakup perpanjangan waktu pemenuhan rasio free float untuk evaluasi indeks yang sama. Di sisi lain, pihak BEI menegaskan bahwa berita ini tidak bertujuan mendorong pembaca untuk membeli atau menjual saham.
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan BEI tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan dari keputusan investasi yang diambil. Informasi lebih lengkap dan komprehensif dapat diakses melalui platform Bisnis.com untuk memandu langkah bisnis Anda.