Nilai tukar mata uang riyal Arab Saudi terhadap rupiah terpantau mengalami dinamika yang signifikan seiring dengan dimulainya musim haji tahun 2026. Pergerakan kurs ini menjadi perhatian penting bagi jemaah haji Indonesia yang mulai memadati kota Makkah dan Madinah untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama di Tanah Suci.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia per 24 April 2026, nilai acuan riyal dipatok pada angka Rp4.606,55. Angka tersebut masih berlaku sebagai standar konvensional di Indonesia hingga hari ini dan menjadi rujukan utama bagi masyarakat yang ingin melakukan penukaran mata uang.
Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, posisi riyal tercatat menunjukkan tren penguatan dibandingkan mata uang Garuda. Lonjakan permintaan riyal dari jemaah haji seluruh dunia di awal musim haji 1447 H/2026 M ini memberikan tekanan pada rupiah, mengingat tingginya volume transaksi yang dilakukan jemaah.
Jika menilik data JISDOR BI di awal pekan ini, posisi nilai tukar rupiah terhadap riyal sebenarnya masih berada pada level Rp4.579,05 per riyal. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya aktivitas keuangan jemaah, nilai tersebut terus merangkak naik hingga menyentuh angka Rp4.606,55 saat ini.
Di sisi lain, Saudi Central Bank mencatatkan kurs yang berbeda yakni mencapai level Rp4.761,90 per riyal pada data Minggu (26/4/2026). Informasi dari bank sentral setempat tersebut sangat krusial bagi jemaah haji Indonesia sebagai acuan harga jika mereka harus menukarkan uang atau bertransaksi langsung di Arab Saudi.
Mengenai pergerakan jemaah, tercatat sebanyak 28.274 jemaah haji asal Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab Saudi hingga laporan terakhir pada Minggu (26/4/2026). Dari jumlah total keberangkatan tersebut, sekitar 17.747 orang dilaporkan sudah menginjakkan kaki di Madinah dan bersiap menjalankan rangkaian ibadah awal.
Seluruh rombongan jemaah yang saat ini berada di Madinah dijadwalkan akan mulai bergeser secara bertahap menuju kota Makkah mulai tanggal 1 Mei 2026. Perpindahan ini menuntut jemaah untuk lebih teliti dalam mempersiapkan segala kebutuhan finansial, termasuk memperhatikan fluktuasi kurs mata uang yang berlaku di pasar perbankan.
Selain merujuk pada bank sentral, jemaah juga diimbau untuk memantau harga jual dan beli riyal yang ditawarkan oleh perbankan nasional di Indonesia sebelum keberangkatan. Berikut adalah ringkasan data nilai tukar riyal terhadap rupiah di beberapa bank besar seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI per tanggal 26 April 2026.
Kurs Penukaran Riyal di Berbagai Bank Nasional
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menetapkan skema harga yang bervariasi tergantung pada metode transaksi yang dipilih oleh para nasabah. Melalui layanan e-rate, BCA mematok harga beli sebesar Rp4.308 dan harga jual senilai Rp4.632 untuk setiap riyal Arab Saudi.
Sementara itu, jika nasabah menggunakan layanan TT Counter di kantor cabang BCA, harga beli yang ditetapkan adalah Rp4.538 dengan harga jual di posisi Rp4.647. Untuk kategori bank notes, bank swasta terbesar ini mematok harga beli senilai Rp4.519 dan nilai jual sebesar Rp4.674 kepada masyarakat.
Beralih ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), bank berlogo pita emas ini memiliki ketentuan tarif kurs khusus yang kompetitif bagi penggunanya. Untuk layanan special rate, Bank Mandiri menetapkan posisi harga beli di angka Rp4.598 per riyal dan harga jual senilai Rp4.617 per riyal.
Namun, untuk layanan melalui TT Counter maupun bank notes, Bank Mandiri menetapkan standar harga beli yang sama yaitu di level Rp4.383 per riyal. Sementara itu, harga jual untuk kedua kategori layanan tersebut dipatok pada angka Rp4.785 per riyal pada penutupan pekan ini.
Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menawarkan nilai tukar yang berbeda untuk layanan digital dan transaksi langsung di meja kasir. Pada layanan e-rate, BRI menetapkan harga beli riyal sebesar Rp4.551, sedangkan harga jualnya berada pada posisi Rp4.624 per riyal.
Bagi nasabah yang lebih memilih bertransaksi melalui TT Counter di unit kerja BRI, harga beli yang ditawarkan adalah Rp4.538 per riyal. Sedangkan untuk harga jual riyal pada kategori layanan tersebut, bank pelat merah ini mematok tarif sebesar Rp4.628 per riyal Arab Saudi.
Terakhir, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menerapkan skema kurs yang cukup mendalam melalui tiga kategori layanan penukaran mata uang asing. Pada skema special rates, BNI mematok harga beli senilai Rp4.579 per riyal dan harga jual pada angka Rp4.609 per riyal.
Untuk transaksi di TT Counter, BNI menetapkan harga beli di posisi Rp4.411 dan harga jual sebesar Rp4.761 bagi para jemaah atau nasabah umum. Sedangkan untuk penukaran bank notes fisik, harga beli ditetapkan Rp4.376 per riyal dengan harga jual tertinggi di angka Rp4.796 per riyal.
| Nama Bank | Kategori Kurs | Harga Beli (IDR) | Harga Jual (IDR) |
|---|---|---|---|
| Bank Indonesia (JISDOR) | Acuan Nasional | Rp4.606,55 | Rp4.606,55 |
| Saudi Central Bank | Acuan Tanah Suci | Rp4.761,90 | Rp4.761,90 |
| BCA | e-rate | Rp4.308 | Rp4.632 |
| BCA | TT Counter | Rp4.538 | Rp4.647 |
| BCA | Bank Notes | Rp4.519 | Rp4.674 |
| Bank Mandiri | Special Rate | Rp4.598 | Rp4.617 |
| Bank Mandiri | TT Counter / Notes | Rp4.383 | Rp4.785 |
| BRI | e-rate | Rp4.551 | Rp4.624 |
| BRI | TT Counter | Rp4.538 | Rp4.628 |
| BNI | Special Rates | Rp4.579 | Rp4.609 |
| BNI | TT Counter | Rp4.411 | Rp4.761 |
| BNI | Bank Notes | Rp4.376 | Rp4.796 |
Kenaikan nilai tukar riyal ini menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji dalam mengelola anggaran belanja atau biaya hidup selama menjalankan ibadah haji. Dengan adanya data perbandingan kurs dari berbagai bank tersebut, diharapkan jemaah dapat memilih tempat penukaran yang paling menguntungkan bagi kondisi finansial mereka.
Pihak berwenang juga terus mengimbau agar jemaah senantiasa waspada dan hanya melakukan penukaran di tempat resmi guna menghindari risiko penipuan atau uang palsu. Fluktuasi kurs ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga puncak musim haji selesai, mengingat volume permintaan mata uang Arab Saudi yang masih sangat tinggi.