Teladan Prima Agro Targetkan Kenaikan Produksi CPO Hingga 10 Persen di 2026 Sambil Jajaki Akuisisi

Teladan Prima Agro Targetkan Kenaikan Produksi CPO Hingga 10 Persen di 2026 Sambil Jajaki Akuisisi
Foto: Ilustrasi Teladan Prima Agro Targetkan Kenaikan Produksi CPO Hingga 10 Persen di 2026 Sambil Jajaki Akuisisi.

PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN), emiten perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Wishnu Wardhana, menetapkan target optimis untuk meningkatkan volume produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar 5% hingga 10% pada tahun 2026 mendatang. Proyeksi pertumbuhan ini didasarkan pada realisasi kinerja tahun sebelumnya, di mana perusahaan berupaya mempertahankan tren positif dalam operasional produksinya di lapangan.

Wasisto Budi S selaku Head of Corporate Finance & Strategy TLDN mengungkapkan bahwa keyakinan perusahaan untuk melampaui capaian produksi tahun 2025 didukung oleh penguatan infrastruktur pengolahan. Ia menyatakan bahwa saat ini TLDN telah mengoperasikan pabrik pengolahan inti sawit serta pembangkit listrik tenaga biogas (biogas powerplant) yang berlokasi di wilayah Kalimantan Timur.

Ekspansi Infrastruktur dan Nilai Tambah Produk

Guna mendukung pencapaian target tersebut, manajemen TLDN berencana melakukan ekspansi dengan membangun pabrik pengolahan inti sawit serta pembangkit listrik tenaga biogas kedua pada tahun ini. Fasilitas baru yang akan dibangun tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi yang tidak terpaut jauh dari pabrik pertama yang sudah beroperasi sebelumnya.

Langkah ekspansi ini diambil dengan tujuan strategis untuk memberikan nilai tambah pada produk sampingan berupa kernel sawit (palm kernel) yang selama ini lebih banyak dijual secara langsung ke pasar. Dengan adanya pabrik pengolahan sendiri, kernel tersebut akan diolah menjadi Crude Palm Kernel Oil (CPKO) yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi dibandingkan bahan mentahnya.

Peningkatan kapasitas pengolahan ini diharapkan menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan yang dibidik mampu naik hingga 10% pada tahun 2026. Optimisme ini cukup beralasan mengingat pada laporan keuangan tahun 2025, TLDN sukses membukukan kenaikan pendapatan kontrak pelanggan sebesar 28,42% secara tahunan menjadi Rp5,42 triliun.

Rincian Kinerja Keuangan dan Penjualan

Kategori Penjualan Nilai Pendapatan (Rupiah)
Penjualan Minyak Kelapa Sawit (CPO) Rp4,70 Triliun
Penjualan Inti Kelapa Sawit (Palm Kernel) Rp358,99 Miliar
Penjualan Minyak Inti Kelapa Sawit (CPKO) Rp296,64 Miliar
Total Pendapatan Kontrak Pelanggan Rp5,42 Triliun

Selain fokus pada peningkatan produksi internal, Wasisto Budi S juga menyoroti kondisi struktur keuangan perusahaan yang semakin sehat dengan penurunan liabilitas yang signifikan serta peningkatan nilai ekuitas. Kondisi fundamental yang kuat ini memberikan ruang bagi perseroan untuk mengakselerasi strategi pertumbuhan anorganik melalui skema akuisisi perusahaan perkebunan sawit lainnya.

Strategi Pertumbuhan Anorganik dan Akuisisi

Salah satu bukti nyata dari ambisi pertumbuhan anorganik ini adalah rampungnya proses akuisisi PT Cipta Davia Mandiri yang berlokasi di Kalimantan Timur pada periode tahun 2025. Dalam aksi korporasi tersebut, TLDN mengalokasikan dana sebesar Rp136,32 miliar yang bersumber dari realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).

Secara total, perseroan telah menyerap dana IPO sebanyak Rp220,32 miliar atau setara dengan 77% dari total perolehan dana IPO yang mencapai angka Rp285,60 miliar. Wasisto menegaskan bahwa manajemen tetap membuka peluang lebar terhadap rencana akuisisi baru sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas bisnis di sektor kelapa sawit.

Pihak manajemen menekankan bahwa setiap langkah investasi dan akuisisi yang dilakukan bertujuan untuk memperkokoh posisi TLDN sebagai pemain utama dalam industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan. Dengan integrasi antara peningkatan produksi CPO dan pengolahan produk turunan, perusahaan optimis dapat memberikan imbal hasil yang maksimal bagi para pemegang sahamnya.

Sebagai catatan, informasi mengenai rencana korporasi dan target produksi ini merupakan bagian dari keterbukaan informasi perusahaan dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi saham tertentu. Keputusan untuk berinvestasi pada saham TLDN tetap berada di tangan investor dengan mempertimbangkan segala risiko dan kondisi pasar yang bergerak dinamis.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi