Perayaan Festival Songkran di Thailand tahun ini kembali menyisakan catatan kelam dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang merenggut banyak nyawa. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 242 orang meninggal dunia akibat insiden di jalan raya selama periode perayaan berlangsung.
Meskipun angka kematian masih cukup tinggi, jumlah korban jiwa tahun ini sebenarnya mengalami penurunan sebesar 9,7 persen dibandingkan rata-rata statistik dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, total kecelakaan lalu lintas pada periode 10 hingga 16 April 2026 mencapai 1.242 kasus, yang menunjukkan penurunan signifikan sebesar 35,6 persen dari tahun sebelumnya.
| Kategori Statistik | Data Tahun 2026 | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Jumlah Korban Meninggal Dunia | 242 Orang | Turun 9,7% (dari rata-rata 3 tahun) |
| Total Insiden Kecelakaan | 1.242 Kejadian | Turun 35,6% (dari tahun lalu) |
| Wilayah Korban Tertinggi (Bangkok) | 21 Orang | - |
Ibu kota Bangkok dilaporkan menjadi wilayah dengan tingkat fatalitas tertinggi di Thailand, di mana sebanyak 21 orang dinyatakan meninggal dunia dalam berbagai kecelakaan. Thiraphat Khatchamart, selaku Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, melihat tren penurunan ini sebagai sinyal positif bagi keselamatan publik.
Penurunan angka kecelakaan tersebut dianggap sebagai bukti adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara selama masa liburan nasional berlangsung. Berita mengenai dampak perayaan Songkran ini menjadi laporan yang paling banyak menyita perhatian pembaca di kanal berita perjalanan selama sepekan terakhir.
Selain kabar dari Thailand, terdapat beberapa isu menarik lainnya yang juga populer, seperti pesona wisata alam di Dieng dan keindahan Nuca Molas yang dijuluki sebagai Jurassic Park Indonesia. Pembaca juga menaruh perhatian besar pada isu pengelolaan sampah hulu, aksi peselancar berkebaya memperingati Hari Kartini, hingga dampak konflik Timur Tengah terhadap sektor pariwisata di Spanyol dan Portugal.