Pemerintah Kota Bandung secara resmi mengajukan kawasan Jalan Asia Afrika untuk ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh organisasi internasional UNESCO. Rencana besar tersebut diungkapkan secara langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, setelah menghadiri peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan di Hotel Savoy Homann.
Farhan menjelaskan bahwa Jalan Asia Afrika memiliki nilai sejarah yang sangat mendalam, khususnya sebagai lokasi utama pelaksanaan Kongres Asia Afrika yang fenomenal di mata dunia. Beliau mengingatkan bahwa sejak tahun 2015, peristiwa Konferensi Asia Afrika tahun 1955 telah diakui dalam "Memory of the World" oleh badan dunia tersebut.
Pada bulan Agustus 2025 yang lalu, pihak Pemerintah Kota Bandung telah meminta pemerintah pusat untuk menginisiasi proses pendaftaran kawasan sepanjang Simpang Lima hingga ruas jalan Otista. Langkah ini merupakan upaya serius untuk menjadikan seluruh kawasan bersejarah tersebut sebagai warisan dunia UNESCO yang diakui secara legal dan internasional.
Wali Kota Farhan menekankan bahwa perjuangan untuk meraih predikat tersebut memerlukan proses birokrasi dan riset yang memakan waktu cukup panjang. Tim ahli harus menyusun kajian akademis serta analisis yang sangat tajam guna membuktikan kelayakan kawasan Asia Afrika sebagai situs bersejarah yang otentik.
Selain ruas jalan utama, Gedung Dwi Warna juga diusulkan untuk masuk dalam lingkup kawasan warisan dunia kategori sejarah modern UNESCO. Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung akan terus memperbarui informasi mengenai gedung-gedung pendukung lainnya yang dianggap memiliki signifikansi sejarah yang setara.
Wali Kota menargetkan agar dalam kurun waktu empat tahun ke depan, Jalan Asia Afrika sudah berhasil masuk sebagai kandidat resmi dalam daftar situs yang ditentukan oleh UNESCO. Untuk mencapai target tersebut, Farhan menyebutkan bahwa kawasan Asia Afrika harus tetap hidup dan tidak boleh sepi dari berbagai aktivitas atau kegiatan publik.
Kehadiran Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam acara peringatan di Bandung dinilai memberikan nilai tambah yang sangat tinggi bagi upaya pengusulan situs warisan dunia ini. Berbagai ajang internasional dan nasional perlu terus diadakan guna memperkuat profil kawasan tersebut di mata tim penilai independen dari pihak luar.
Pemerintah Kota Bandung juga berencana melakukan penataan ulang di area Simpang Lima, termasuk memperbaiki gedung-gedung milik swasta yang saat ini menjadi sasaran aksi vandalisme. Alokasi anggaran sedang dicari untuk melakukan revitalisasi fisik bangunan agar estetika dan nilai historis dari arsitektur lawas tetap terjaga dengan baik.
Komunikasi intensif akan dijalin dengan para pemilik gedung yang saat ini belum difungsikan secara optimal oleh pihak pengelola maupun swasta terkait. Beberapa bangunan ikonik yang masuk dalam daftar perhatian pemerintah kota antara lain adalah Gedung Jiwasraya, Gedung Suarha, serta Gedung Karya Nusantara.
Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung telah menyiapkan kalender acara perayaan ke-71 Konferensi Asia Afrika yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 24 April hingga 12 Juli. Puncak peringatan sejarah ini akan dimeriahkan dengan parade atau pawai budaya besar pada pertengahan bulan Juli mendatang.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga memberikan saran strategis agar dibangun sebuah museum fotografi khusus untuk menambah daya tarik wisata dan edukasi di Kota Bandung. Wali Kota Farhan menyambut positif usulan tersebut dan sedang mengupayakan kerja sama dengan pemilik gedung tertentu untuk merealisasikannya.
| Kategori Informasi | Detail Rencana dan Jadwal |
|---|---|
| Cakupan Wilayah Usulan | Simpang Lima hingga Ruas Jalan Otista |
| Bangunan Utama Usulan | Kawasan Asia Afrika dan Gedung Dwi Warna |
| Target Kandidat UNESCO | Tahun 2030 (4 Tahun Sejak 2026) |
| Jadwal Rangkaian Acara KAA | 24 April sampai dengan 12 Juli |
| Rencana Proyek Baru | Pembangunan Museum Fotografi di Bandung |
Kesinambungan kegiatan di kawasan ini dianggap sebagai syarat mutlak agar pengakuan internasional dapat diraih sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh UNESCO. Farhan berkomitmen bahwa pergerakan ekonomi dan budaya di sepanjang Jalan Asia Afrika tidak boleh berhenti demi mempertahankan identitas kota sebagai pusat sejarah dunia.