PT Astra International Tbk. (ASII) telah mengumumkan pembagian dividen final sebesar Rp292 per saham bagi para pemegang saham. Proses pembagian dividen ini dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026.
Dividen final sebesar Rp292 per saham ini merupakan tambahan dari dividen interim yang telah dibagikan sebesar Rp98 per saham pada Oktober 2025. "Astra membagikan total dividen tunai yang mencapai Rp15,7 triliun atau Rp390 untuk setiap saham, termasuk dividen interim," ungkap Boy Kelana Soebroto, Kepala Hubungan Masyarakat Astra dalam konferensi pers pada Kamis (23/4/2026).
Jumlah dividen final tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan dividen tahun sebelumnya, di mana dividen final untuk tahun buku 2024 mencapai Rp308 per saham dan Rp421 per saham untuk tahun buku 2023. Sementara itu, untuk tahun buku 2022, Astra memberikan dividen sebesar Rp552 per saham.
Total pengusulan dividen untuk tahun 2025, jika diperhitungkan dengan dividen interim, mencapai Rp390 per saham atau setara dengan Rp15,66 triliun. Angka tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 48% dari laba bersih yang diperoleh ASII.
Dalam laporan sebelumnya, ASII mencatat bahwa laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mengalami penurunan sebesar 3,34% year-on-year, dari Rp33,9 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp32,76 triliun pada tahun 2025. Pendapatan bersih Astra juga turun menjadi Rp323,39 triliun di tahun 2025 dari Rp328,48 triliun pada tahun 2024.
Sejalan dengan penurunan tersebut, laba per saham ASII juga mengalami penurunan dari Rp837 pada tahun 2024 menjadi Rp810 pada akhir tahun 2025. Dengan demikian, keputusan pembagian dividen oleh Astra International tetap diambil meskipun dalam kondisi penurunan labanya.
Namun, berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pembaca, dan Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi tersebut.