Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa 21 April 2026

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa 21 April 2026
Foto: Ilustrasi Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa 21 April 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berisiko melanjutkan tren koreksi menuju kisaran level 7.245 hingga 7.527 pada perdagangan hari ini, Selasa, 21 April 2026. Proyeksi ini muncul setelah indeks saham domestik tersebut ditutup pada zona negatif pada sesi perdagangan sebelumnya.

Meski berada dalam bayang-bayang pelemahan, sejumlah emiten seperti MBMA, PTBA, TAPG, dan VKTR justru masuk dalam radar rekomendasi para analis untuk diperhatikan oleh pelaku pasar. Tim analis dari MNC Sekuritas mencatat bahwa pada perdagangan Senin, 20 April 2026, IHSG mengalami penyusutan sebesar 0,52% dan bertengger di posisi 7.594 akibat tekanan jual yang masih mendominasi pasar.

Berdasarkan analisis teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di fase akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pergerakan indeks masih sangat rawan terkoreksi untuk menguji area 7.245 sampai 7.527 sekaligus berpotensi menutup beberapa area celah atau gap yang terbentuk.

Untuk sesi perdagangan hari ini, level penyangga atau support IHSG diproyeksikan berada pada rentang 7.488 serta 7.351, sedangkan level hambatan atau resistance berada di kisaran 7.700 hingga 7.861. Sebagai referensi bagi investor, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan yang dianggap menarik untuk dipantau yakni MBMA, PTBA, TAPG, dan juga VKTR.

Menengok ke belakang pada penutupan Senin, 20 April 2026, IHSG yang melemah ke level 7.594,11 dipicu oleh merosotnya harga sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big caps. Emiten-emiten raksasa seperti UNVR, TPIA, hingga PANI tercatat menjadi penekan utama yang menyeret performa indeks ke zona merah pada awal pekan tersebut.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa indeks mengalami penurunan sebesar 39,89 poin atau sekitar 0,52% setelah sempat dibuka pada level 7.663,39 dan menyentuh posisi tertinggi harian di 7.692,14. Dinamika pasar mencatat terdapat 247 saham yang berhasil menguat, sementara 424 saham mengalami pelemahan, dan sebanyak 148 saham lainnya bergerak stagnan.

Statistik Pergerakan Saham Big Caps dan Top Gainers

Nama Emiten / Indikator Perubahan (%) Harga Terakhir (Rp)
IHSG (Indeks Gabungan) -0,52% 7.594,11
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) +0,78% 6.475
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) +0,62% 3.270
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) +0,29% 3.440
PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) -2,41% 1.820
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) -2,02% 6.075
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) -1,96% 8.750
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) -1,08% 3.670
PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) +34,97% 220
PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) +34,88% 116

Kapitalisasi pasar bursa secara keseluruhan tercatat mencapai angka Rp13.559 triliun di tengah pergerakan saham unggulan yang bervariasi. Saham BBCA terpantau menguat ke harga Rp6.475, diikuti oleh DSSA yang naik ke level Rp3.270, serta BBRI yang merangkak naik secara tipis ke posisi Rp3.440 per lembar saham.

Di sisi lain, tekanan jual yang cukup signifikan menimpa UNVR yang turun ke level Rp1.820, serta TPIA yang terkoreksi menjadi Rp6.075. Pelemahan ini juga diikuti oleh saham PANI yang turun ke angka Rp8.750 dan BBNI yang harus terkoreksi hingga menyentuh level harga Rp3.670 per saham.

Untuk kelompok saham pencetak keuntungan tertinggi atau top gainers, PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) memimpin dengan lonjakan fantastis sebesar 34,97%. Prestasi tersebut diikuti oleh PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) yang harganya melesat 34,88% hingga mencapai posisi Rp116 pada akhir perdagangan.

Sebaliknya, jajaran saham yang mengalami penurunan terdalam atau top losers ditempati oleh PT Idea Indonesia Akademi Tbk. (IDEA) dengan koreksi mencapai 9,38%. Selain itu, PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR) juga mencatatkan pelemahan yang cukup dalam sebesar 8,11% sehingga berakhir di harga Rp510.

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa pelemahan indeks pada sesi awal sebenarnya sudah terlihat ketika IHSG turun ke level 7.621,58. Menurutnya, sentimen negatif ini dipicu oleh tensi ketidakpastian global yang meningkat setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, yang berdampak langsung pada lonjakan harga minyak dunia hingga melampaui US$90 per barel.

Secara teknikal, indikator IHSG menunjukkan sinyal pelemahan yang ditandai dengan histogram MACD yang bergerak mendatar serta posisi stochastic RSI yang sudah berada di area jenuh beli atau overbought. Berdasarkan kondisi pasar yang ada, Valdy memproyeksikan IHSG akan bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas antara 7.600 hingga 7.700 untuk perdagangan hari ini.

Penting bagi investor untuk memahami bahwa seluruh data dan rekomendasi ini bersifat informasi pasar semata dan bukan merupakan ajakan mutlak untuk melakukan transaksi jual atau beli. Keputusan akhir dalam berinvestasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca, dan pihak pengelola informasi tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian maupun keuntungan yang diraih.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi