Konglomerat ternama Prajogo Pangestu dilaporkan telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dengan melepas sebanyak 57,15 juta lembar saham. Langkah divestasi yang dilakukan oleh pemimpin Grup Barito ini bertujuan sebagai strategi penyesuaian untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar di publik atau lebih dikenal dengan istilah free float.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (22/4/2026), transaksi tersebut dilakukan dalam dua hari perdagangan yakni pada tanggal 16 dan 17 April 2026. Melalui aksi korporasi ini, total saham CUAN yang kini berada dalam genggaman Prajogo Pangestu mengalami penyusutan menjadi 92.563.472.200 lembar atau setara dengan 82,33% hak suara.
Sebelum adanya transaksi pelepasan ini, posisi kepemilikan Prajogo Pangestu atas emiten pertambangan tersebut tercatat sebanyak 92.620.628.900 lembar saham yang merepresentasikan 82,38% kepemilikan. Pihak manajemen CUAN dalam laporannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa satu-satunya tujuan dari penjualan saham ini adalah untuk memenuhi ketentuan penambahan saham free float di pasar modal.
Secara lebih mendalam, rincian transaksi pada tanggal 16 April menunjukkan bahwa Prajogo Pangestu menjual 13.436.300 lembar saham pada harga Rp1.561 per lembar. Masih pada hari yang sama, beliau kembali melepas 12.000.000 lembar saham dengan harga Rp1.545 per lembar serta sebanyak 1.048.900 lembar saham lainnya di harga Rp1.533 per lembar.
Aksi divestasi berlanjut pada keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 April 2026, di mana Prajogo kembali melego sebanyak 12.600.000 saham pada level harga Rp1.590 per lembar. Transaksi terakhir dalam periode tersebut mencatatkan penjualan sebanyak 18.071.500 unit saham yang dieksekusi pada harga Rp1.600 untuk setiap lembar sahamnya.
Melalui akumulasi dari seluruh rangkaian transaksi penjualan tersebut, Prajogo Pangestu diperkirakan telah berhasil mengantongi dana segar yang mencapai nilai sekitar Rp90,07 miliar. Pergerakan saham CUAN dan aksi korporasi ini menjadi sorotan pelaku pasar, terutama di tengah kondisi kekayaan para taipan yang bergerak variatif mengikuti dinamika indeks pasar modal.
Kinerja Keuangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN)
Mengenai kinerja finansial perusahaan, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. mencatatkan sebuah anomali di mana laba bersih perusahaan justru mengalami penurunan meski pendapatan melonjak tajam sepanjang tahun 2025. Data laporan keuangan per 31 Desember 2025 memperlihatkan bahwa CUAN sukses meraup total pendapatan hingga US$1,21 miliar atau melonjak signifikan sebesar 51,68% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pilar pendapatan CUAN ditopang oleh berbagai lini bisnis, mulai dari penjualan batu bara senilai US$423,43 juta hingga sektor konstruksi dan rekayasa yang menyumbang US$358,97 juta. Selain itu, kontribusi besar juga datang dari unit penambangan sebesar US$354,83 juta, sektor jasa senilai US$43,09 juta, serta proyek EPCI minyak dan gas lepas pantai sebesar US$32,86 juta.
Terdapat beberapa entitas pelanggan yang memberikan kontribusi pendapatan lebih dari 10% terhadap total pendapatan konsolidasi perusahaan selama periode tahun 2025. Beberapa di antaranya meliputi BP Berau Ltd yang menyumbang US$179,98 juta, PT Kideco Jaya Agung sebesar US$111,44 juta, PT Freeport Indonesia senilai US$99,63 juta, serta IMI Fuels LLC sebanyak US$60,28 juta.
| Komponen Keuangan | Tahun 2024 (US$) | Tahun 2025 (US$) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Total | 801,72 Juta | 1,21 Miliar | 51,68% |
| Beban Pokok Pendapatan | 683,85 Juta | 1,05 Miliar | 54,46% |
| Laba Bersih Entitas Induk | 160,78 Juta | 134,56 Juta | -16,3% |
Tekanan pada laba bersih disebabkan oleh lonjakan beban pokok pendapatan yang naik sebesar 54,46% secara tahunan menjadi US$1,05 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, perusahaan juga harus menanggung berbagai pengeluaran operasional seperti beban penjualan US$40,85 juta, beban administrasi US$63,51 juta, hingga beban keuangan yang mencapai US$96,07 juta.
Sebagai hasil akhir dari operasional selama setahun penuh, CUAN hanya mampu membukukan laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$134,56 juta. Angka tersebut menunjukkan adanya kontraksi sebesar 16,3% jika disandingkan dengan laba bersih tahun 2024 yang saat itu menyentuh angka US$160,78 juta.
Secara keseluruhan, meskipun Prajogo Pangestu melakukan langkah strategis di pasar saham, kinerja operasional Petrindo Jaya Kreasi menunjukkan tantangan pada sisi efisiensi beban. Transaksi divestasi ini diharapkan mampu memberikan likuiditas yang lebih baik bagi saham CUAN di bursa seiring dengan meningkatnya porsi kepemilikan publik.