Pemegang Saham Indointernet (EDGE) Restui Rencana Delisting dan Go Private

Pemegang Saham Indointernet (EDGE) Restui Rencana Delisting dan Go Private
Foto: Ilustrasi Pemegang Saham Indointernet (EDGE) Restui Rencana Delisting dan Go Private.

PT Indointernet Tbk. (EDGE) secara resmi telah mengantongi restu dari para pemegang saham untuk merealisasikan rencana penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia. Keputusan strategis untuk mengubah status perusahaan menjadi entitas tertutup atau go private ini disahkan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada hari Rabu, 22 April 2026.

Direktur Utama Indointernet, Donauly E. Situmorang, memberikan keterangan bahwa pertemuan tersebut merupakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang melibatkan pemegang saham independen dan keseluruhan. Hasil rapat menunjukkan kesepakatan bulat untuk mendukung langkah perseroan meninggalkan lantai bursa dan beralih fungsi menjadi perusahaan perseroan tertutup.

Donauly menegaskan bahwa seluruh proses delisting ini nantinya akan dibarengi dengan pelaksanaan penawaran tender atau tender offer bagi para pemegang saham publik. Aksi korporasi berupa penawaran tender sukarela (voluntary tender offer) tersebut bakal dieksekusi secara langsung oleh Digital Edge Hong Kong yang berstatus sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan.

Pihak manajemen memandang bahwa langkah go private ini merupakan sebuah momentum yang sangat baik serta menjadi opsi exit strategy yang adil dan teratur bagi masyarakat pemilik saham. Donauly juga menambahkan bahwa harga yang ditawarkan oleh EDGE dalam proses tender offer ini tergolong cukup tinggi sehingga sangat layak untuk dipertimbangkan oleh para investor.

Selain membahas mengenai status pencatatan saham, agenda RUPS tersebut juga menghasilkan keputusan penting terkait alokasi penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2025. Para pemegang saham sepakat untuk menetapkan seluruh perolehan laba bersih tahun lalu sebagai laba ditahan demi memperkuat struktur permodalan internal perusahaan.

Keputusan untuk tidak membagikan dividen pada periode ini diambil secara matang dengan mempertimbangkan rencana ekspansi bisnis yang sangat masif di masa mendatang. Fokus pengembangan usaha Indointernet ke depan akan mencakup penguatan infrastruktur pusat data (data center) serta peningkatan kualitas layanan konektivitas yang menjadi lini bisnis utama mereka.

Berdasarkan informasi yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menjelaskan bahwa nilai penawaran dalam tender offer tersebut dipatok pada angka Rp11.500 per saham. Angka ini merupakan harga premium yang mencerminkan apresiasi sebesar 141,2% dibandingkan dengan rata-rata harga tertinggi harian di pasar reguler selama 90 hari terakhir.

Kategori Harga Nilai Per Saham (Rp)
Harga Penawaran Tender (Tender Offer) 11.500
Harga Rata-Rata 90 Hari Terakhir 4.768
Persentase Premium terhadap Harga Pasar 141,2%

Manajemen EDGE dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 20 April 2026, menyatakan bahwa penetapan harga Rp11.500 tersebut telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Standar harga ini diklaim telah memenuhi ketentuan teknis yang diatur secara ketat dalam Pasal 36 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45 Tahun 2024 mengenai aksi korporasi.

Apabila seluruh rangkaian rencana go private dan delisting telah mendapatkan persetujuan akhir serta penawaran tender sukarela selesai dilaksanakan, maka status hukum perseroan akan resmi berubah. Bagi pemegang saham publik yang memilih untuk tidak menjual sahamnya dalam periode penawaran tersebut, mereka akan tetap tercatat sebagai pemegang saham pada perusahaan tertutup.

Konsekuensi dari perubahan status ini adalah jumlah pemegang saham perseroan nantinya akan menyusut hingga menjadi kurang dari 50 pihak atau sesuai dengan ketentuan minimum OJK. Meskipun demikian, pihak perusahaan menekankan bahwa seluruh keputusan investasi tetap berada sepenuhnya di tangan para pembaca dan investor sesuai dengan prinsip tanggung jawab mandiri.

Indointernet kini bersiap untuk menavigasi fase transisi ini guna mengoptimalkan kinerja korporasi di luar pengawasan publik Bursa Efek Indonesia secara langsung. Dengan dukungan finansial dari Digital Edge Hong Kong, langkah ini diharapkan mampu memberikan fleksibilitas lebih bagi perseroan dalam mengejar target pertumbuhan jangka panjang di industri teknologi informasi.

Artikel terkait

Rekomendasi