Nilai tukar mata uang riyal Arab Saudi terhadap rupiah terpantau mengalami tren penguatan pada hari ini seiring dengan tingginya permintaan dari jemaah haji yang sedang bersiap atau sudah berada di Tanah Suci. Kenaikan nilai tukar ini dipicu oleh kebutuhan transaksi para jemaah selama menjalankan ibadah haji tahun 1447 H atau 2026 M yang berpusat di wilayah Makkah dan Madinah.
Berdasarkan informasi terbaru dari Saudi Central Bank pada Senin (27/4/2026), posisi kurs riyal saat ini berada di level Rp4.761,90 per riyal. Data dari otoritas moneter Arab Saudi tersebut dapat dijadikan sebagai standar harga bagi para jemaah asal Indonesia yang hendak menukarkan uang maupun bertransaksi secara langsung di wilayah Arab Saudi.
Sementara itu, mengacu pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia per tanggal 24 April 2026, nilai tukar riyal tercatat berada pada posisi Rp4.606,55. Jika melihat pergerakan dalam sepekan terakhir, mata uang Arab Saudi ini konsisten menunjukkan tren positif di pasar domestik dibandingkan posisi awal pekan yang masih berada di kisaran Rp4.579,05.
Peningkatan nilai tukar ini tidak terlepas dari tingginya volume pembelian riyal oleh jemaah dari berbagai penjuru dunia untuk membiayai operasional dan konsumsi selama di Tanah Suci. Selain memantau data dari bank sentral kedua negara, masyarakat juga disarankan untuk mengecek kurs yang berlaku di perbankan nasional sebelum keberangkatan.
Daftar Kurs Riyal di Perbankan Nasional
Beberapa perbankan besar di Indonesia seperti Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) telah merilis daftar nilai tukar riyal terbaru. Data berikut menyajikan perbandingan harga beli dan harga jual di masing-masing bank untuk kategori special rates, TT counter, hingga bank notes pada 27 April 2026.
| Nama Bank | Kategori Kurs | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
| BCA | e-rate | 4.588 | 4.595 |
| BCA | TT Counter | 4.540 | 4.650 |
| BCA | Bank Notes | 4.504 | 4.659 |
| Bank Mandiri | Special Rate | 4.578 | 4.602 |
| Bank Mandiri | TT Counter | 4.383 | 4.785 |
| Bank Mandiri | Bank Notes | 4.383 | 4.785 |
| BNI | Special Rate | 4.586 | 4.598 |
| BNI | TT Counter | 4.411 | 4.761 |
| BNI | Bank Notes | 4.376 | 4.796 |
Di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), terjadi penyesuaian harga beli riyal untuk kategori e-rate menjadi Rp4.588, melonjak cukup signifikan dari periode sebelumnya yang hanya Rp4.308. Namun, untuk harga jual pada kategori yang sama justru mengalami sedikit penurunan menjadi Rp4.595 per riyal dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp4.632.
Untuk transaksi melalui TT counter di BCA, pihak bank menetapkan nilai beli sebesar Rp4.540 dengan nilai jual dipatok pada angka Rp4.650 per riyal. Sementara itu, bagi nasabah yang melakukan penukaran dalam bentuk fisik atau bank notes, harga beli dan jual masing-masing berada di posisi Rp4.504 dan Rp4.659.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga menawarkan special rate dengan harga beli Rp4.578 serta harga jual senilai Rp4.602 per riyal bagi nasabah dengan kriteria tertentu. Di luar skema spesial tersebut, Bank Mandiri menetapkan harga yang sama untuk kategori TT counter dan bank notes, yakni beli Rp4.383 dan jual Rp4.785.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan harga beli special rates di level Rp4.586 serta harga jual di angka Rp4.598 per riyal. Perbedaan harga nampak pada layanan TT counter BNI yang mematok beli Rp4.411 dan jual Rp4.761, sedangkan untuk bank notes harga beli ditetapkan Rp4.376 dengan harga jual Rp4.796.
Informasi perkembangan kurs ini sangat krusial bagi para jemaah, mengingat berbagai fasilitas pendukung haji telah disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan ibadah di Arab Saudi. Salah satunya adalah penyediaan air minum sebanyak 1 liter per orang setiap hari di hotel Makkah serta layanan fast track untuk proses imigrasi yang lebih cepat.
Pemerintah juga menyediakan aplikasi Kawal Haji yang memungkinkan para jemaah untuk melaporkan masalah atau meminta bantuan petugas secara langsung melalui ponsel pintar mereka. Tercatat hingga hari keenam penyelenggaraan haji, sebanyak 125.000 jemaah telah menikmati kemudahan proses birokrasi dan layanan kesehatan selama berada di tanah suci.
Kenaikan harga riyal yang terjadi saat ini menjadi pengingat bagi para calon jemaah untuk mengelola anggaran perjalanan dengan lebih cermat dan teliti. Fluktuasi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung sepanjang puncak musim haji 2026 seiring dengan dinamika pasar valuta asing di tingkat global maupun domestik.