PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) berpotensi meningkatkan target pendapatannya setelah menemukan tambang emas baru di Kolokoa, yang dapat memperpanjang umur tambang dan meningkatkan produksi. Temuan tersebut diharapkan mampu menambah sumber daya bijih emas sebesar 20 juta hingga 40 juta ton, yang akan berkontribusi pada pendapatan perusahaan.
Analisis Positif terhadap EMAS
Analis pasar memperkirakan prospek pendapatan EMAS akan direvisi lebih tinggi setelah penemuan tambang Kolokoa ini. Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menyatakan bahwa penemuan tersebut membuka peluang bagi pasar untuk mengevaluasi ulang prospek fundamental perusahaan.
Menurut Nafan, penambahan sumber daya di Kolokoa dapat meningkatkan nilai aset bersih atau net asset value (NAV) perseroan. Dengan adanya perpanjangan umur tambang, risiko kehabisan sumber daya juga bisa berkurang, yang menjadi kabar baik bagi investor.
Dampak Ekonomi dan Penambangan
Menariknya, karakteristik mineralisasi emas di Kolokoa memungkinkan peningkatan skala ekonomi, terutama dengan penggunaan metode penambangan terbuka atau open pit. Proses ekstraksi bijih oksida yang lebih sederhana diprediksi dapat meningkatkan margin keuntungan perusahaan.
Dengan efisiensi biaya produksi yang kompetitif, EMAS dinilai mampu menjaga kinerjanya walaupun harga komoditas mengalami fluktuasi. Nafan juga menggarisbawahi bahwa prospek EMAS masih cerah, didukung oleh tren harga emas dunia yang cenderung stabil.
Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan
Miftahul Khaer, Research Analyst dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, menambahkan bahwa perusahaan memiliki fundamental yang kokoh dan rencana peningkatan produksi yang jelas. Hal ini ditunjang oleh proses percepatan produksi dan potensi penambahan cadangan emas ke depan.
Direktur Utama Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, juga menekankan bahwa posisi Kolokoa yang hanya 500 meter dari deposit utama Pani menjadikannya sumber daya satelit yang efisien untuk pertumbuhan. Kedekatan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi perusahaan.
Temuan dan Proses Eksplorasi
EMAS sebelumnya mengumumkan penemuan mineralisasi emas di Kolokoa, dekat area Tambang Emas Pani di Gorontalo. Hasil pengeboran awal menunjukkan proyeksi peningkatan yang signifikan pada sumber daya mineral serta perpanjangan umur tambang dari Proyek Pani.
Pengeboran awal yang dilakukan di 30 lubang menunjukkan target eksplorasi antara 20 juta hingga 40 juta ton bijih dengan kadar emas berkisar 0,3 g/t hingga 0,5 g/t. Lebih menariknya, adanya zona mineralisasi dekat permukaan dengan kadar tinggi mencapai 1,57 g/t emas.
Tingkat Perolehan dan Rencana Selanjutnya
Pengujian metalurgi awal menunjukkan tingkat perolehan emas yang sangat baik, dengan 87%—94% untuk material oksida dan 81%—92% untuk material transisi. Data ini menunjukkan kesesuaian dengan operasi fasilitas pengolahan di Tambang Pani saat ini.
Hingga saat ini, EMAS telah menyelesaikan 30 dari 82 lubang bor yang direncanakan sepanjang tahun 2026. Perusahaan berencana melanjutkan pengeboran untuk memperkuat estimasi Sumber Daya Mineral sesuai dengan standar JORC dan KCMI.
Produksi Tambang Emas Pani
Tambang Emas Pani sendiri telah memulai produksi pada Februari 2026, dengan target memproduksi antara 100.000 hingga 115.000 ounces emas tahun ini. Untuk diketahui, keputusan investasi sepenuhnya tergantung pada pembaca dan Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.