Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan perubahan pada Indeks Bisnis-27 yang akan berlaku dari 4 Mei hingga 30 Oktober 2026. Indeks ini menyertakan saham-saham baru seperti AKRA, BRMS, dan ICBP, sementara beberapa saham yang keluar termasuk ADMR dan BRPT.
PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mengalami pertumbuhan laba bersih sebesar 11,12% year-on-year (YoY) yang mencapai Rp2,47 triliun pada tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh kinerja segmen perdagangan dan distribusi serta kawasan industri.
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) membukukan kenaikan laba bersih hingga 99% YoY menjadi US$50,08 juta, sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 30,30% YoY menjadi Rp9,22 triliun pada tahun 2025. Keduanya mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan.
Berdasarkan pengumuman BEI, beberapa saham baru yang akan bergabung dalam Indeks Bisnis-27 antara lain AKRA, BRMS, CPIN, DEWA, ICBP, MBMA, PGAS, dan TAPG. Sebaliknya, saham-saham yang keluar dari indeks ini antara lain ADMR, BRPT, DSNG, HEAL, INDF, MYOR, NCKL, dan PGEO.
AKRA mencatatkan total pendapatan sebesar Rp46,02 triliun pada tahun 2025, yang mengalami peningkatan 18,82% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp38,73 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini didorong mayoritas dari segmen perdagangan dan distribusi.
Di segmen perdagangan dan distribusi, AKRA memperoleh pendapatan sebesar Rp41,31 triliun, naik 16,27% YoY, yang termasuk pendapatan dari jual BBM dan kimia dasar. Selain itu, segmen kawasan industri mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar Rp2,55 triliun, meningkat 113% dibandingkan tahun lalu.
Untuk BRMS, peningkatan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang mencapai US$249,35 juta pada tahun 2025, naik dari US$162,34 juta di tahun 2024. Laba usaha BRMS juga melonjak 118% menjadi US$93,18 juta.
CPIN mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp70,70 triliun, naik 4,8% YoY, dengan kontribusi utama berasal dari segmen ayam pedaging. Pada 2025, laba bersih CPIN mencapai Rp5,64 triliun, mengalami peningkatan 52% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, DEWA mencatatkan pendapatan Rp6,39 triliun, naik 5,98% dari tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan perseroan melonjak menjadi Rp4,31 triliun, meningkat sangat signifikan dibandingkan Rp55,24 miliar pada tahun lalu.
ICBP, yang dikenal sebagai produsen Indomie, membukukan pendapatan sebesar Rp74,85 triliun untuk tahun 2025. Kinerja ini tercermin dalam peningkatan laba bersih sebesar 30,30% YoY, mencapai Rp9,22 triliun.
MBMA mencatat kenaikan laba bersih meskipun pendapatannya turun menjadi US$1,43 miliar pada 2025. Meskipun ada penurunan 22,23% YoY, laba bersih MBMA tetap meningkat 29,77% menjadi US$29,56 juta.
PGAS melaporkan laba bersih sebesar US$215 juta, mengalami penurunan 37% YoY, meskipun pendapatan mereka meningkat dari US$3,79 miliar di tahun 2024 menjadi US$3,98 miliar pada tahun 2025. Hasil ini menunjukkan kinerja yang beragam di antara emiten yang terdaftar di Indeks Bisnis-27.