PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI), yang bergerak di bidang bengkel spesialis kaki-kaki mobil, menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 35% pada tahun 2026 melalui pembukaan cabang baru. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah membuka lokasi di Bali dan Bogor, serta menjajaki kerja sama dengan industri asal Jepang.
Rencana Ekspansi dan Pertumbuhan
Direktur Utama KAQI, Imam Sujono, menyatakan bahwa pihaknya optimis kinerja perusahaan akan membaik pada 2026 seiring dengan pembukaan cabang di wilayah strategis. Pada tanggal 19 April 2026, mereka sudah meresmikan cabang pertama di Gianyar, Bali, dan rencananya akan segera menyusul cabang di Bogor.
Imam menargetkan pertumbuhan pendapatan antara 25% hingga 35% untuk tahun ini, dengan net profit margin di kisaran 20% hingga 30%. Ia menyebut bahwa pembukaan cabang baru di Bali menjadi langkah strategis mengingat tingginya mobilitas kendaraan di daerah wisata tersebut.
Prospek Keseluruhan dan Kerja Sama Internasional
Cabang baru di Gianyar diharapkan dapat memperluas pangsa pasar serta memperkuat posisi KAQI di industri perbengkelan nasional. Rencananya, perusahaan juga akan membuka cabang di Bogor dalam waktu dekat untuk meningkatkan jangkauan layanan di Jawa.
Selain memfokuskan pada ekspansi domestik, KAQI juga tengah menjajaki potensi kerja sama dengan para pelaku industri perbengkelan dari Jepang, sebagai kelanjutan dari kunjungan manajemen ke Jepang pada akhir tahun 2025.
Kinerja Keuangan Positif
Sepanjang tahun 2025, KAQI berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit. Perusahaan melaporkan pendapatan sebesar Rp76,84 miliar, meningkat 33,62% dari Rp57,51 miliar pada tahun 2024, serta laba kotor yang naik 19,45% menjadi Rp38,17 miliar.
Adapun laba bersihnya tercatat sebesar Rp9,40 miliar, mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 3,11%. Selain itu, laba per saham dasar perusahaan berada di angka Rp4,90, menunjang kinerja keuangan yang solid.
Peningkatan Aset dan Liabilitas
Total aset KAQI melonjak 81,79% menjadi Rp137,90 miliar, dengan peningkatan yang didorong oleh aset tetap. Jumlah kas dan setara kas juga meningkat 40,71%, mencapai Rp26,63 miliar, disertai dengan total liabilitas sebesar Rp18,07 miliar.
Ekuitas perusahaan mengalami pertumbuhan signifikan, meningkat menjadi Rp119,83 miliar, berkat aksi penawaran umum perdana saham (IPO). Dengan struktur permodalan yang kokoh dan rencana ekspansi yang berlanjut, KAQI optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan di tahun ini.