Indika Energy (INDY) Akan Melepas 7,5 Juta Saham Hasil Buyback

Indika Energy (INDY) Akan Melepas 7,5 Juta Saham Hasil Buyback
Foto: Ilustrasi Indika Energy (INDY) Akan Melepas 7,5 Juta Saham Hasil Buyback.

PT Indika Energy Tbk. (INDY) secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk melepas kembali sebanyak 7,5 juta lembar saham hasil pembelian kembali atau buyback yang pernah dilakukan perusahaan. Aksi korporasi ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 11 Mei hingga berakhir pada 5 Juli 2026 mendatang.

Sekretaris Perusahaan INDY, Adi Pramono, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pasar modal yang berlaku di Indonesia. Secara khusus, pelepasan saham ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan yang tercantum dalam POJK Nomor 30/2017 mengenai pembelian kembali saham oleh perusahaan publik.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada hari Senin, 27 April 2026, saham-saham yang akan dijual tersebut merupakan aset yang dibeli perusahaan pada periode Juli tahun 2020. Adi memerinci bahwa status saham tersebut saat ini masih tercatat sebagai saham treasuri yang disimpan oleh emiten energi tersebut.

Rincian Pembelian Kembali dan Stok Saham Treasuri

Akumulasi total 7,5 juta saham yang akan dilepas tersebut berasal dari tiga sesi transaksi pembelian yang dilakukan pada kurun waktu empat tahun silam. Hingga saat pengumuman ini disampaikan kepada otoritas bursa, seluruh unit saham tersebut masih dikuasai sepenuhnya oleh perseroan.

Tanggal Pembelian Kembali (2020) Jumlah Saham (Lembar)
2 Juli 2020 2.300.000
3 Juli 2020 2.400.000
6 Juli 2020 2.800.000
Total Saham Treasuri 7.500.000

Pihak manajemen menjelaskan bahwa mekanisme penjualan kembali saham treasuri ini akan dilakukan melalui dua jalur utama sesuai dengan peraturan yang ada. Perseroan berencana mengeksekusi transaksi baik melalui lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun lewat transaksi di luar bursa.

Ketentuan Harga dan Pelaksanaan Transaksi

Mengenai kebijakan harga jual, Indika Energy telah menetapkan standar yang ketat guna memastikan nilai transaksi tetap menguntungkan bagi kepentingan perusahaan. Harga jual dipastikan tidak akan lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian tepat satu hari sebelum tanggal eksekusi transaksi dilakukan.

Alternatif lainnya adalah menggunakan rata-rata harga penutupan selama kurun waktu 90 hari terakhir, di mana nilai yang paling tinggi di antara keduanya akan dipilih. Untuk menjalankan proses pelepasan saham ini, INDY akan menunjuk perusahaan sekuritas yang memiliki keanggotaan resmi di bursa sebagai pelaksana transaksi.

Manajemen menegaskan bahwa langkah pelepasan jutaan lembar saham ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional maupun aspek hukum perusahaan dalam jangka panjang. Pernyataan tersebut dipertegas oleh Adi Pramono yang menjamin bahwa kondisi keuangan dan kelangsungan usaha tetap terjaga selama proses berlangsung.

Performa Saham INDY di Bursa Efek Indonesia

Di pasar modal, pergerakan saham INDY menunjukkan performa yang cukup solid dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,62 persen pada sesi penutupan hari Senin. Harga saham emiten tersebut naik sebanyak 60 poin hingga mencapai posisi Rp3.760 per lembar saham pada penutupan perdagangan tersebut.

Jika ditarik lebih jauh, kinerja saham perusahaan yang terafiliasi dengan Agus Lasmono Sudwikatmono ini telah mengalami lonjakan yang sangat signifikan sepanjang tahun berjalan 2026. Tercatat kenaikan harga saham telah mencapai angka 66,37 persen, yang menunjukkan tren positif di tengah dinamika pasar energi global.

Indika Energy sendiri sebelumnya diketahui terus memperkuat lini bisnisnya, termasuk alokasi belanja modal atau capex sebesar Rp2,32 triliun pada tahun 2025 untuk proyek emas Awak Mas. Selain itu, emiten ini juga gencar mempromosikan kendaraan listrik melalui Alva Grup di saat fluktuasi harga minyak dunia sedang terjadi.

Meskipun mencatatkan penurunan pendapatan menjadi Rp33,90 triliun pada laporan tahun 2025, langkah pelepasan saham treasuri ini diharapkan mampu memberikan fleksibilitas tambahan bagi perseroan. Keputusan investasi tetap berada pada tangan investor, namun manajemen optimis terhadap keberlanjutan strategi bisnis yang sedang dijalankan.

Artikel terkait

Rekomendasi