Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan pada Kamis pagi, 23 April 2026, dengan performa positif melalui kenaikan sebesar 0,14 persen. Pergerakan indeks yang merupakan hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini terpantau berada pada level 499,4 hingga pukul 09.10 WIB.
Berdasarkan data dari IDX Mobile, penguatan pagi ini didominasi oleh pergerakan variatif di mana terdapat 14 saham yang berada di zona hijau. Sementara itu, tercatat sebanyak 9 saham mengalami penurunan harga dan 4 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan posisi.
Daftar Saham Pendorong dan Penghambat Indeks
Laju positif indeks hari ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan signifikan pada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang tumbuh sebesar 2,29 persen ke harga Rp10.550. Selain itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turut menyumbang penguatan dengan naik 1,57 persen ke level Rp3.890 per lembar saham.
Saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) juga menunjukkan performa gemilang dengan kenaikan 1,47 persen hingga mencapai level harga Rp1.725. Di sisi lain, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) terpantau menguat 1,42 persen ke posisi Rp1.785, disusul oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) yang naik 1,22 persen ke angka Rp4.150.
| Nama Emiten | Kode Saham | Perubahan (%) | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|---|
| Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. | INKP | +2,29% | 10.550 |
| Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. | BBNI | +1,57% | 3.890 |
| Medco Energi Internasional Tbk. | MEDC | +1,47% | 1.725 |
| Mayora Indah Tbk. | MYOR | +1,42% | 1.785 |
| Aneka Tambang (Persero) Tbk. | ANTM | +1,22% | 4.150 |
| Vale Indonesia Tbk. | INCO | -0,73% | - |
| Barito Pacific Tbk. | BRPT | -0,44% | 2.550 |
| Sumber Alfaria Trijaya Tbk. | AMRT | -0,34% | 1.460 |
| Telkom Indonesia (Persero) Tbk. | TLKM | -0,33% | 2.990 |
Meskipun mayoritas saham menguat, terdapat beberapa emiten yang menjadi pemberat langkah indeks seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melemah sebesar 0,73 persen. Penurunan juga dialami oleh saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sebesar 0,44 persen ke level Rp2.550 pada pembukaan pagi ini.
Selanjutnya, saham ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) terkoreksi tipis 0,34 persen menuju level Rp1.460 per lembar saham. Saham raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga terpantau mengalami pelemahan sebesar 0,33 persen sehingga berada pada harga Rp2.990.
Analisis Sentimen Global dan Kondisi Geopolitik
Phintraco Sekuritas dalam laporan riset hariannya menyebutkan bahwa penguatan pasar modal saat ini dipengaruhi oleh sentimen positif terkait perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Kabar mengenai peluang pembicaraan damai ini diisyaratkan oleh Presiden Donald Trump yang mungkin dimulai paling cepat pada hari Jumat mendatang.
Walaupun ada sinyal damai, ketidakpastian masih cukup tinggi mengingat media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran belum secara resmi memutuskan untuk terlibat dalam negosiasi baru. Sikap resmi dari pihak Iran terkait perpanjangan gencatan senjata yang belum keluar menyebabkan para pelaku pasar tetap dalam posisi waspada dan hati-hati.
Kondisi di Timur Tengah kembali menegang setelah adanya laporan mengenai insiden penyerangan terhadap tiga kapal di kawasan Selat Hormuz. Iran dilaporkan telah menyita dua kapal dalam peristiwa tersebut, yang langsung memicu kekhawatiran baru di pasar energi global.
Dampaknya, harga komoditas energi melonjak tajam dengan minyak jenis Brent yang berhasil menembus angka psikologis US$100 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis WTI (West Texas Intermediate) juga merangkak naik hingga melampaui level US$92 per barel akibat ketegangan tersebut.
Stabilitas Moneter dan Kinerja Kredit Domestik
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) secara resmi memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate pada level 4,75 persen. Keputusan ini juga mencakup suku bunga fasilitas simpanan yang bertahan di angka 3,75 persen serta fasilitas pinjaman yang berada pada posisi 5,5 persen.
Langkah kebijakan moneter ini diambil sebagai upaya strategis otoritas guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global yang masih cukup volatil. BI berupaya memastikan kondisi ekonomi makro tetap terjaga meskipun situasi politik internasional sedang mengalami banyak gejolak yang tidak menentu.
Sektor perbankan menunjukkan kabar menggembirakan dengan pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai 9,49 persen secara tahunan (year-on-year) hingga Maret 2026. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan capaian pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen secara tahunan.
Pendorong utama pertumbuhan kredit ini adalah melonjaknya kredit investasi sebesar 20,85 persen, yang mencerminkan kepercayaan pelaku usaha untuk berekspansi. Selain itu, kredit modal kerja tercatat tumbuh 4,38 persen dan kredit konsumsi meningkat 5,88 persen, memperlihatkan daya beli masyarakat yang masih stabil.
Seluruh informasi dalam berita ini tidak ditujukan untuk memberikan ajakan beli atau jual terhadap instrumen saham tertentu. Keputusan untuk melakukan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca, dan Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian maupun keuntungan yang terjadi.
Para investor saat ini terus memantau dinamika pasar baik dari sisi teknikal indeks maupun perkembangan berita fundamental dari mancanegara. Kejelasan mengenai durasi gencatan senjata dan hasil akhir perundingan di Timur Tengah diprediksi akan terus menjadi penggerak utama pasar saham dalam beberapa waktu ke depan.