Indeks Bisnis-27 Dibuka Menghijau Disokong Saham ASII dan UNTR

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menghijau Disokong Saham ASII dan UNTR
Foto: Ilustrasi Indeks Bisnis-27 Dibuka Menghijau Disokong Saham ASII dan UNTR.

Indeks Bisnis-27 menunjukkan penguatan pada awal perdagangan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, terdorong oleh kenaikan saham ASII, BUMI, dan UNTR. Indeks dibuka di level 497,20 dengan 15 saham mengalami kenaikan dan 8 saham lainnya tetap stagnan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) mengalami kenaikan 2,37% menjadi Rp6.475, sementara saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 1,67% ke level Rp244. Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) juga menguat 1,56% menjadi Rp32.475, sedangkan saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) naik 1,24% ke Rp4.080.

Namun, ada beberapa saham yang mengalami penurunan, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 0,38% menjadi Rp6.475 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang juga merosot 0,38% ke Rp1.305. Selain itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) masing-masing turun 0,33% dan 0,31% ke level Rp3.260.

Laporan riset harian dari Phintraco Sekuritas menunjukkan bahwa sentimen pasar dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terkait prospek kesepakatan damai antara AS dan Iran. Penundaan kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance, yang seharusnya terlibat dalam negosiasi juga menambah kecemasan di kalangan investor.

Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai harapannya untuk mencapai kesepakatan, diimbangi oleh kesiapan militer AS untuk melancarkan serangan, meningkatkan ketegangan di pasar. Meskipun demikian, Trump juga mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, yang diharapkan bisa meredakan situasi meskipun risiko geopolitik masih ada.

Sentimen lainnya datang dari MSCI yang tetap membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Meskipun demikian, tidak adanya pembahasan tentang potensi penurunan status pasar Indonesia menjadi frontier market dianggap kabar positif untuk meredakan kekhawatiran investor.

MSCI juga berencana untuk mengevaluasi kebijakan baru, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham dan kenaikan batas minimum free float menjadi 15%. Pasar diharapkan mengantisipasi kemungkinan keluarnya saham dari indeks global akibat kategori High Shareholding Concentration (HSC).

Dari sisi data ekonomi, investor akan menantikan rilis pertumbuhan kredit Maret 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 7,5% tahunan, berkurang dari 9,37% pada Februari 2026. Selain itu, investor juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 4,76%.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi