Pasar saham Indonesia tampak lesu pada pembukaan hari ini, Rabu (22/4/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada level 7.528,34, menunjukkan penurunan seiring dengan turunnya beberapa saham besar seperti BBRI, BBCA, dan BRPT.
Pada pukul 09.00 WIB, IHSG sempat bergerak dalam kisaran 7.525 hingga 7.535 setelah dibuka. Data menunjukkan bahwa 285 saham mengalami penguatan, sementara 77 saham mengalami penurunan, dan 281 saham stagnan.
Kapitalisasi pasar saham tercatat mencapai Rp13.370 triliun. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengalami penurunan sebesar 0,61% menjadi Rp3.250 per saham, sementara PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,38% ke posisi Rp6.475 per saham.
Selain itu, saham lainnya yang menunjukkan penurunan adalah BRPT yang anjlok sebesar 0,87% menjadi Rp2.280, saham BREN yang merosot 6,69% menjadi Rp5.575, dan saham BULL yang mengalami penurunan 0,93% menjadi Rp530 per saham.
Menurut Tim Riset Phintraco Sekuritas, pengaruh dari MSCI turut mempengaruhi pasar hari ini. MSCI mengumumkan bahwa rebalancing indeks saham Indonesia masih akan dibekukan untuk Mei 2026.
Namun, kabar baiknya, MSCI tidak menyebutkan penurunan status pasar modal Indonesia ke frontier market, yang dapat mengurangi kekhawatiran investor. MSCI berencana untuk mengevaluasi transparansi data kepemilikan saham serta rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.
Investor juga memperhatikan kemungkinan penghapusan saham BREN dan DSSA dari MSCI Global Standard Indexes. Pengumuman lebih lanjut dari MSCI dijadwalkan akan dilakukan pada Juni 2026.
Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI hari ini diharapkan akan mempertahankan BI Rate pada level 4,76%. Selain itu, data pertumbuhan kredit bulan Maret 2026 juga diperkirakan mengalami perlambatan menjadi 7,5% dibandingkan 9,37% bulan sebelumnya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk merekomendasikan pembelian atau penjualan saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca.