Harga Buyback Emas Antam Melonjak 11,86% per Rabu (22/4)

Harga Buyback Emas Antam Melonjak 11,86% per Rabu (22/4)
Foto: Ilustrasi Harga Buyback Emas Antam Melonjak 11,86% per Rabu (22/4).

Harga beli kembali atau buyback emas Antam tercatat telah mengalami pertumbuhan sebesar 11,86 persen sepanjang tahun berjalan hingga April 2026. Meskipun secara akumulatif meningkat, data terbaru dari Logam Mulia pada Rabu, 22 April 2026, menunjukkan adanya penurunan harga sebesar Rp50.000 menjadi Rp2.640.000 per gram.

Angka terbaru ini menunjukkan posisi harga yang mulai menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) yang sempat menyentuh Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026 lalu. Walaupun terjadi koreksi harian, performa harga buyback tetap menunjukkan tren positif jika dihitung sejak pembukaan awal tahun 2026.

Transaksi buyback emas sendiri merupakan mekanisme di mana pemilik menjual kembali aset mereka, baik dalam bentuk logam mulia batangan maupun perhiasan, kepada pihak penyedia. Pada umumnya, harga yang ditawarkan dalam skema beli kembali ini akan lebih rendah dibandingkan dengan harga jual ritel yang berlaku pada waktu yang sama.

Meski terdapat selisih harga, investasi emas tetap mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan bagi para investor melalui margin dari kenaikan harga beli awal dan harga jual kembali. Keuntungan finansial ini sangat bergantung pada seberapa besar kenaikan harga pasar selama masa kepemilikan aset emas tersebut oleh nasabah.

Terkait regulasi perpajakan, penjualan kembali emas batangan ke Antam telah diatur secara ketat melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Berdasarkan aturan tersebut, transaksi buyback dengan nilai nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Besaran pajak yang dikenakan adalah sebesar 1,5 persen bagi para pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sedangkan bagi yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan tarif lebih tinggi yaitu 3 persen. Potongan PPh 22 ini dilakukan secara otomatis dengan memotong langsung nilai total pembayaran yang diterima oleh pelanggan dalam setiap transaksi buyback.

Data Perkembangan Harga Buyback Emas Antam 2026

Keterangan Statistik Nilai / Persentase
Harga Buyback per 22 April 2026 Rp2.640.000 per gram
Penurunan Harian (22 April 2026) Rp50.000
Akumulasi Kenaikan Tahun Berjalan (YTD) 11,86%
Rekor Tertinggi (Januari 2026) Rp2.989.000 per gram
PPh 22 bagi Pemegang NPWP 1,5%
PPh 22 bagi Non-NPWP 3%

Fluktuasi harga buyback emas Antam di dalam negeri diketahui sangat bergantung pada dinamika harga logam mulia yang terjadi di pasar komoditas global. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro internasional yang memicu perubahan nilai tukar maupun sentimen investor terhadap aset aman.

Analis dari Dupoin Futures, Geraldo Kofit, memberikan pandangan bahwa harga emas kemungkinan besar masih akan menghadapi tekanan jual dalam jangka pendek sepanjang pekan ini. Prediksi pelemahan ini didasarkan pada kemunculan sinyal koreksi dari analisis teknikal serta pengaruh fundamental dari pasar global yang sedang berkembang.

Geraldo menjelaskan bahwa ketidakmampuan harga untuk menembus level yang lebih tinggi menjadi indikasi kuat bahwa momentum kenaikan atau bullish mulai kehilangan tenaganya. Fenomena ini membuka celah terjadinya koreksi harga yang dianggap sebagai bagian dari dinamika pasar yang sangat wajar setelah kenaikan signifikan sebelumnya.

Menurut riset yang dirilis pada Jumat, 17 April 2026, pergerakan turun yang terjadi saat ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses konsolidasi pasar secara menyeluruh. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada namun tenang dalam menyikapi perubahan harga yang dianggap sebagai siklus rutin tersebut.

Untuk proyeksi pekan mendatang, Dupoin Futures memperkirakan adanya potensi penurunan harga emas lebih lanjut menuju area dukungan atau support terdekat. Target penurunan teknikal ini diperkirakan akan menyentuh kisaran angka sekitar US$4.739 per troy ounce di pasar internasional.

Level harga tersebut menjadi titik krusial yang akan diuji kekuatannya oleh pasar untuk menentukan arah pergerakan komoditas ini dalam waktu dekat. Jika tekanan jual dari para investor global masih terus berlanjut, pelemahan harga berisiko berlanjut hingga mencapai level berikutnya di kisaran US$4.702 per troy ounce.

Informasi mendalam mengenai harga emas ini sangat penting bagi para pelaku bisnis untuk melakukan navigasi investasi di tengah ketidakpastian ekonomi. Penurunan harga yang terjadi pada hari Rabu ini juga berdampak pada berbagai produk emas lainnya di pasaran, termasuk yang tersedia melalui kanal Pegadaian.

Selain memantau Antam, para investor juga disarankan melihat perbandingan harga emas dari produsen lain seperti UBS dan Galeri 24 yang tersedia di berbagai platform distribusi. Pemahaman mengenai besaran pajak dan proyeksi analis teknikal akan membantu investor dalam mengambil keputusan beli atau jual yang tepat di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi