Perubahan aturan yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) berimbas pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), yang berisiko dikeluarkan dari indeks LQ45 dan IDX80 pada Mei 2026. Pengetatan ini menyasar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi dan menetapkan ambang batas minimal free float sebesar 10%.
Risiko Kepemilikan Terkonsentrasi
Analisis dari tim Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa BREN dan DSSA, yang berada di dalam daftar kepemilikan terkonsentrasi, berpotensi terdampak kebijakan baru ini. Mereka memprediksi bahwa keputusan ini dapat menyebabkan keluar dari passive funds pada saat evaluasi di bulan April 2026.
Selain BREN dan DSSA, terdapat tujuh saham lain yang juga terancam peruntungannya di indeks mayor, termasuk PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) dan PT Aneka Gas Industri Tbk. (AGII). Saham-saham lain yang dicatat dalam daftar kepemilikan terkonsentrasi juga akan sulit untuk masuk ke dalam indeks utama selama status tersebut masih berlaku.
Kebijakan dan Implementasi
Dalam pengumuman terbarunya, BEI menekankan bahwa saham dalam daftar kepemilikan terkonsentrasi tak akan dapat berpartisipasi dalam seleksi untuk indeks LQ30, LQ45, dan IDX80. Ini berarti bahwa emiten dengan struktur kepemilikan yang terlalu fokus tidak lagi memenuhi syarat untuk indeks tersebut.
Selain penguatan aturan kepemilikan terkonsentrasi, BEI juga memperketat persyaratan free float yang ditetapkan minimal 10% berdasarkan Peraturan I-A. Namun, aturannya terkait suspensi saham dilonggarkan, di mana akan ditoleransi untuk tidak ditransaksikan selama satu hari dalam enam bulan terakhir.
Kebijakan baru ini akan mulai efektif pada hari pertama perdagangan di bulan Mei 2026, setelah evaluasi mayor yang dilakukan pada bulan April. Para investor diharapkan dapat bersiap dengan perubahan yang akan mengubah dinamika perdagangan saham di Indonesia.
Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi tersebut.