Korea Selatan berhasil mencetak rekor baru dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode kuartal pertama tahun ini. Fenomena lonjakan ini disebut terjadi berkat pengaruh besar dari grup idola K-Pop, Bangtan Boys atau BTS.
Kembalinya BTS melalui konser comeback pada 21 Maret lalu memberikan dampak yang sangat positif bagi industri pariwisata setempat. Tercatat sebanyak 2,06 juta turis asing memutuskan untuk berkunjung ke Korea Selatan demi menyaksikan aksi panggung grup tersebut.
Angka kedatangan tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 27 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1,61 juta orang. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melaporkan bahwa total pengunjung pada kuartal pertama mencapai 4,76 juta jiwa atau tumbuh 23 persen secara tahunan.
Pihak kementerian menilai pencapaian ini merupakan bukti kuat bahwa Korea Selatan semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata global yang utama. Hal tersebut didorong oleh daya tarik budaya Korea yang pesonanya terus meningkat di mata masyarakat dunia secara luas.
Statistik Kunjungan Wisatawan Berdasarkan Wilayah Asal
Berdasarkan analisis pasar, wisatawan asal Tiongkok menjadi penyumbang jumlah kunjungan terbesar bagi pariwisata Korea Selatan saat ini. Total pelancong dari Tiongkok melampaui angka 1,45 juta orang, yang menandakan pertumbuhan sebesar 29 persen dibandingkan tahun lalu.
Posisi berikutnya ditempati oleh wisatawan asal Jepang yang mencatatkan sebanyak 940.000 kedatangan atau meningkat sebesar 20,2 persen. Sementara itu, Taiwan menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat mencapai 37,7 persen melalui jumlah kedatangan sebanyak 540.000 wisatawan.
Gabungan pengunjung dari wilayah Amerika Serikat serta Eropa turut memberikan kontribusi sebanyak 690.000 kunjungan dengan kenaikan 17,1 persen. Data ini mencerminkan terjadinya diversifikasi basis pariwisata masuk yang semakin merata di berbagai belahan dunia untuk Korea Selatan.
| Pasar Wisatawan | Jumlah Kedatangan (Jiwa) | Persentase Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| Tiongkok | 1.450.000 | 29% |
| Jepang | 940.000 | 20,2% |
| Taiwan | 540.000 | 37,7% |
| Amerika Serikat & Eropa | 690.000 | 17,1% |
Pertumbuhan Sektor Kapal Pesiar dan Wisata Regional
Sektor pariwisata kapal pesiar juga mengalami peningkatan yang sangat pesat dibandingkan dengan catatan pada periode tahun sebelumnya. Sebanyak 338 kunjungan kapal pesiar terdeteksi di sejumlah pelabuhan utama seperti Jeju, Busan, serta Incheon dengan kenaikan 52,9 persen.
Kementerian terkait menghubungkan keberhasilan ini dengan berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di pelabuhan-pelabuhan besar. Selain itu, pengembangan konten pariwisata di berbagai destinasi utama turut menjadi faktor penentu daya tarik bagi para wisatawan mancanegara.
Pola perjalanan dan belanja para pengunjung asing saat ini juga memperlihatkan adanya perubahan serta peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data analitik, jumlah kedatangan turis melalui bandara-bandara regional melonjak tajam hingga menyentuh angka 49,7 persen.
Wisatawan yang memilih untuk mengunjungi daerah di luar Seoul kini proporsinya meningkat menjadi 34,5 persen dari total pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa destinasi wisata di luar ibu kota mulai diminati dan mendapatkan perhatian lebih dari turis asing.
Pengeluaran menggunakan kartu asing juga mengalami pertumbuhan sebesar 23 persen yang berdampak langsung pada konsumsi domestik di Korea Selatan. Sektor pariwisata pun semakin memainkan peran krusial dalam menyokong stabilitas ekonomi dalam negeri melalui pengeluaran para pelancong tersebut.
Indeks kepuasan pengunjung terhadap layanan dan pengalaman wisata di Korea Selatan tetap berada di level yang tinggi yakni 90,8 poin. Performa kuat di kuartal pertama ini membuka peluang lebar bagi negara tersebut untuk mencapai target pariwisata tahun 2026.
Pemerintah Korea Selatan telah merevisi target kunjungan menjadi 23 juta orang, meningkat dari target tahun 2025 yang sebesar 18,94 juta. Dukungan kebijakan terus diperkuat setelah Presiden Lee Jae Myung mengumumkan perluasan strategi pariwisata nasional pada bulan Februari lalu.