BEI Ajak Investor Ritel Berkontribusi pada Pelestarian Lingkungan Melalui Bursa Karbon

BEI Ajak Investor Ritel Berkontribusi pada Pelestarian Lingkungan Melalui Bursa Karbon
Foto: Ilustrasi BEI Ajak Investor Ritel Berkontribusi pada Pelestarian Lingkungan Melalui Bursa Karbon.

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara aktif memacu keterlibatan investor individu dalam pasar karbon melalui platform IDX Carbon guna menyukseskan program keberlanjutan. Upaya ini diintegrasikan ke dalam sistem pembiayaan berkelanjutan di pasar modal sebagai langkah strategis untuk mencapai target emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.

Meskipun minat masyarakat terhadap isu lingkungan terus meningkat, perluasan jangkauan pasar emisi bagi investor ritel masih menghadapi berbagai tantangan dalam hal inklusi keuangan. Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Risa E. Rustam, menegaskan bahwa perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu masa depan, melainkan realitas yang memengaruhi stabilitas ekonomi global.

BEI memandang pasar karbon sebagai sebuah peluang besar untuk menyinergikan aspek kelestarian lingkungan dengan kekuatan pasar modal. Hal ini disampaikan dalam peluncuran kampanye bertajuk "Aku Net-Zero Hero" yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 22 April 2026.

Data Partisipasi dan Potensi Pasar Karbon

Melalui IDX Carbon, otoritas bursa ingin memastikan bahwa akses perdagangan emisi tidak hanya dikuasai oleh korporasi besar, tetapi juga bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Inisiatif tersebut diharapkan mampu menciptakan mekanisme transaksi yang transparan sekaligus memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di tanah air.

Kesadaran individu yang mulai tumbuh dianggap sebagai katalisator utama bagi pendalaman pasar karbon domestik yang lebih inklusif. Pergeseran aksi dari level institusi menuju aksi individu menjadi indikator positif bagi terbentuknya basis investor ritel yang kuat di sektor ini.

Kategori Data Keterangan Statistik
Total Pihak yang Melakukan Offset (Beneficiaries) 2.065 pihak
Total Volume Offset Karbon Lebih dari 1,3 juta ton CO2 equivalent
Jumlah Partisipan Individu 1.566 orang
Rata-rata Jejak Karbon Masyarakat Indonesia 2 - 3 ton CO2 equivalent per tahun

Meskipun data menunjukkan dominasi partisipasi individu pada tahap awal, BEI masih merasa perlu membangun infrastruktur pendukung yang memudahkan akses bagi masyarakat awam. Fasilitas tersebut sangat penting agar perdagangan karbon menjadi lebih sederhana, inklusif, dan memberikan dampak lingkungan yang lebih nyata secara kolektif.

BEI juga menyoroti bahwa harga unit karbon saat ini masih tergolong terjangkau bagi kantong masyarakat umum jika dibandingkan dengan rata-rata jejak karbon tahunan mereka. Kondisi ekonomi ini menjadi modal penting untuk mendorong adopsi gaya hidup rendah karbon melalui instrumen pasar modal.

Mekanisme Transaksi bagi Investor Ritel

Untuk menyederhanakan proses bagi investor ritel, BEI menyediakan skema retirement on behalf melalui platform IDX Carbon yang memudahkan proses kompensasi emisi. Mekanisme ini memungkinkan seseorang melakukan offset karbon secara langsung atau melalui jasa perantara tanpa harus terlibat dalam sistem perdagangan yang rumit.

Konsep offset karbon sendiri merupakan tindakan menyeimbangkan emisi pribadi dengan mendanai proyek penurunan emisi di tempat lain, seperti reforestasi hutan atau pengembangan energi terbarukan. Dengan membeli unit karbon, jumlah polusi yang dihasilkan individu dianggap telah dikompensasi oleh serapan karbon dari proyek-proyek hijau tersebut.

Satu unit karbon secara standar setara dengan pengurangan satu ton emisi karbondioksida (CO2) yang telah melalui proses verifikasi ketat. Proyek yang terverifikasi kemudian membagi total pengurangan emisinya menjadi unit-unit kecil yang siap diperjualbelikan secara resmi di bursa karbon.

Dalam skema retirement on behalf, unit karbon yang dibeli atas nama individu oleh platform mitra akan langsung dipensiunkan atau dihapus dari peredaran. Hal ini dilakukan agar unit tersebut tidak dapat diperdagangkan lagi dan secara legal diakui sebagai milik pihak yang melakukan kompensasi emisi.

Seluruh catatan transaksi ini tersimpan dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) yang menghubungkan identitas pembeli dengan manfaat lingkungan yang dihasilkan. Peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat sah sebagai bukti dokumentasi atas kontribusi mereka dalam menurunkan emisi karbon secara nasional.

Dukungan Regulasi dan Kolaborasi Sektor Keuangan

Kepala Departemen OJK, I Nyoman Suka Yasa, menyatakan bahwa kredibilitas pasar karbon sangat bergantung pada kerangka regulasi yang kuat dan konsisten. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan tengah menyempurnakan aturan perdagangan karbon agar selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.

Penguatan regulasi ini diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih transparan dan terintegrasi dengan sektor jasa keuangan lainnya. Dengan aturan yang jelas, peran industri keuangan dalam mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional akan semakin optimal dan terukur.

BEI juga menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Bank Mandiri, Pertamina New & Renewable Energy (NRE), dan perusahaan teknologi iklim Jejakin untuk memperluas jangkauan kampanye ini. Bank Mandiri menyediakan fitur Livin’ Planet, sementara Pertamina NRE bertindak sebagai penyedia unit karbon Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini membuka pintu bagi masyarakat untuk mengakses pasar karbon melalui aplikasi perbankan digital. Langkah ini secara efektif memperluas ekosistem perdagangan emisi yang selama ini hanya bisa dijangkau oleh pemain besar atau korporasi.

Melalui fitur digital, nasabah tidak hanya diedukasi mengenai besaran jejak karbon dari aktivitas harian mereka, tetapi juga diberikan solusi nyata untuk mengimbanginya. Bank Mandiri berkomitmen mendorong nasabah agar berperan aktif dalam aksi iklim melalui mekanisme carbon offset yang sudah terverifikasi.

Pada tahun 2025, Bank Mandiri mencatat performa positif dengan total 1.398 transaksi di layanan Livin’ Planet yang mencapai nilai Rp135,2 juta. Dana tersebut telah dikonversi menjadi penanaman 1.292 pohon yang diproyeksikan mampu mengurangi emisi sebesar 45,32 ton CO2 equivalent di masa depan.

Inisiatif ini membuktikan posisi sektor perbankan sebagai penggerak utama dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia. Selain melalui pembiayaan hijau, perbankan berperan penting dalam meningkatkan literasi serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.

Artikel terkait

Rekomendasi