Tes Asesmen SD Tetap Berjalan Meski Sempat Terkendala Banjir dan Gangguan Listrik

Tes Asesmen SD Tetap Berjalan Meski Sempat Terkendala Banjir dan Gangguan Listrik
Foto: Ilustrasi Tes Asesmen SD Tetap Berjalan Meski Sempat Terkendala Banjir dan Gangguan Listrik.

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat Sekolah Dasar masih berlangsung hingga tanggal 30 April 2026 mendatang. Meskipun telah melewati dua gelombang awal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan adanya berbagai tantangan teknis yang mewarnai jalannya ujian tersebut.

Berbagai hambatan yang dilaporkan mencakup adanya pemadaman aliran listrik, keterbatasan akses jaringan internet, hingga bencana banjir yang merendam sejumlah bangunan sekolah. Walaupun dihadapkan pada situasi yang sulit, Kemendikdasmen menegaskan bahwa seluruh proses asesmen tetap terlaksana dengan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pernyataan resmi dari kementerian menyebutkan bahwa pengendalian situasi di berbagai daerah dapat terjaga berkat kesiapan matang dari pihak sekolah serta koordinasi yang solid antarlembaga. Hal ini membuktikan bahwa sistem pendidikan nasional memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menjaga mutu pembelajaran meski tidak berada dalam kondisi yang ideal.

Kendala Operasional TKA SD di Berbagai Wilayah

Masalah gangguan pasokan listrik dilaporkan terjadi secara signifikan di Provinsi Sulawesi Tenggara selama masa pelaksanaan ujian berlangsung. Tercatat sebanyak 2.146 satuan pendidikan yang tersebar di 17 kabupaten/kota mengikuti TKA dalam empat gelombang di wilayah tersebut.

Pada hari pertama pelaksanaan, sempat terjadi kendala berupa pemadaman listrik secara mendadak serta gangguan jaringan komunikasi di beberapa lokasi tertentu. Menanggapi situasi darurat ini, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) segera mengambil langkah cepat dengan melakukan penyesuaian jadwal ujian bagi para siswa.

Selain penyesuaian waktu, pihak berwenang juga melakukan relokasi murid ke sekolah terdekat yang memiliki fasilitas infrastruktur pendukung yang jauh lebih memadai. Langkah antisipasi ini memastikan para peserta tetap mendapatkan haknya untuk mengikuti ujian tanpa hambatan teknis yang berkepanjangan.

Masalah serupa terkait kestabilan aliran listrik juga dialami oleh satuan pendidikan yang berada di wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pemadaman listrik terpantau terjadi pada sesi akhir ujian, namun sistem yang telah dipersiapkan sebelumnya membuat proses transisi berjalan mulus tanpa kendala berarti.

Permasalahan Konektivitas Internet dan Bencana Alam

Selain masalah kelistrikan, koneksi internet yang tidak stabil menjadi tantangan utama lainnya dalam penyelenggaraan TKA SD di daerah terpencil. Permasalahan serius ini ditemukan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, terutama saat memasuki gelombang pertama pelaksanaan ujian.

Guna mengatasi hambatan sinyal, sejumlah sekolah seperti SD YPK Pison Fategomi, SD YPK Imanuel Jitmau, dan SD YPK Kambuaya akhirnya berinisiatif menggunakan layanan satelit Starlink. Pemerintah daerah setempat juga turut membantu dengan memusatkan lokasi ujian pada titik-titik koordinat yang memiliki jangkauan sinyal internet paling kuat.

Tantangan yang berbeda dialami oleh para siswa di SDN 17/II Lubuk Landai, Kabupaten Bungo, Jambi, yang harus menghadapi musibah banjir. Meski air menggenangi area sekolah, semangat para murid tidak surut untuk tetap menyelesaikan soal ujian dengan pendampingan ketat dari guru dan pengawas.

Optimalisasi Pemanfaatan Hasil Ujian

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, memberikan apresiasi atas kesiapan pemerintah daerah dalam mengawal jalannya TKA tahun ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen pendidikan di lapangan.

Menjelang berakhirnya masa ujian, Toni menitipkan pesan penting agar data yang dihasilkan dari TKA ini dapat dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal. Hasil ujian tidak boleh hanya menjadi angka statistik semata, melainkan harus menjadi fondasi kuat dalam pengambilan keputusan berbasis data di masa depan.

Data hasil TKA tersebut diharapkan menjadi rujukan utama bagi pemerintah dalam memperbaiki proses pembelajaran di kelas serta menyusun kebijakan yang lebih komprehensif. Melalui evaluasi yang akurat, setiap intervensi pendidikan yang dilakukan nantinya akan lebih tepat sasaran guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Data Statistik dan Wilayah Terdampak

Kategori Kendala Lokasi Kejadian Detail Penanganan atau Dampak
Gangguan Listrik Sulawesi Tenggara (17 Kab/Kota) Relokasi murid dan penjadwalan ulang oleh BPMP.
Gangguan Listrik Kota Kupang, NTT Terjadi di sesi akhir, namun tetap berjalan sesuai sistem.
Koneksi Internet Kabupaten Maybrat, Papua Barat Pemanfaatan satelit Starlink di sekolah-sekolah YPK.
Bencana Banjir Kabupaten Bungo, Jambi Ujian tetap berlanjut di SDN 17/II Lubuk Landai.

Meskipun terdapat laporan mengenai puluhan ribu siswa yang tidak mengikuti ujian karena bukan merupakan syarat mutlak kelulusan, pemerintah tetap fokus pada kualitas data peserta yang ada. Keikutsertaan secara sukarela ini tetap memberikan gambaran objektif mengenai peta kemampuan akademik siswa di tingkat dasar secara nasional.

Hingga saat ini, Kemendikdasmen terus memantau jalannya ujian di wilayah-wilayah yang masih menyelenggarakan TKA pada gelombang berikutnya. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta dalam penyediaan infrastruktur menjadi kunci utama suksesnya asesmen pendidikan di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi