Sebanyak 18.000 Ton Bahan Baku Peledak Dikirim Dahana ke Australia untuk Pertama Kalinya

Sebanyak 18.000 Ton Bahan Baku Peledak Dikirim Dahana ke Australia untuk Pertama Kalinya
Foto: Ilustrasi Sebanyak 18.000 Ton Bahan Baku Peledak Dikirim Dahana ke Australia untuk Pertama Kalinya.

PT Dahana secara resmi mencatatkan sejarah baru dalam industri pertahanan nasional dengan melakukan pengiriman perdana bahan baku peledak ke Australia. BUMN yang tergabung dalam Holding Industri Pertahanan ini mengekspor sebanyak 18.000 ton Amonium Nitrat serta 250 ton bahan peledak kemasan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, menyatakan bahwa keberhasilan menembus pasar Australia dengan produk Amonium Nitrat merupakan pencapaian strategis bagi perusahaan. Komponen ini merupakan elemen vital dalam pembuatan bahan peledak yang sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional di sektor pertambangan yang masif.

Australia dipilih sebagai target ekspor utama karena memiliki industri pertambangan yang sudah sangat maju dan membutuhkan pasokan bahan baku peledakan yang besar secara berkelanjutan. Produk Amonium Nitrat hasil produksi Dahana ini dirancang untuk diaplikasikan baik pada tambang terbuka maupun kegiatan pertambangan bawah tanah.

Proses seremoni pelepasan ekspor tersebut dilaksanakan secara resmi di Dermaga Terminal Khusus Pelabuhan Tursina, Bontang, pada hari Sabtu tanggal 18 April 2026. Hary menegaskan bahwa langkah ini tidak sekadar menunjukkan kesuksesan dari sisi bisnis, melainkan juga menjadi bukti pengakuan dunia internasional terhadap kualitas industri pertahanan Indonesia.

Ekspor Produk Paket Peledak ke Mitra Strategis

Selain mengirimkan bahan baku Amonium Nitrat, PT Dahana juga memberangkatkan sebanyak 250 ton produk peledak jenis cartridged emulsion ke Negeri Kanguru. Pengiriman ini menandai distribusi kedelapan yang dilakukan oleh perusahaan kepada mitra bisnis strategis mereka di luar negeri, yakni Johnex Explosives.

Direktur Operasi PT Dahana, Abdul Haris Atbaro, menjelaskan bahwa ekspor paket emulsi sebanyak 250.000 kilogram ini melengkapi kesuksesan pengiriman Amonium Nitrat yang dilakukan pada periode April 2026. Produk peledak kemasan tersebut telah lebih dahulu dikenal luas dan mendapatkan kepercayaan di pasar internasional karena performanya yang stabil.

Kualitas produk cartridged emulsion yang dikirimkan dikenal sangat unggul dan dirancang secara khusus untuk menghadapi tantangan teknis dalam kegiatan pertambangan bawah tanah. Keunggulan kualitas inilah yang menjadi faktor utama mengapa Johnex Explosives secara konsisten mengandalkan pasokan bahan peledak dari PT Dahana untuk operasional mereka.

Jenis Produk Ekspor Volume / Jumlah Tujuan Ekspor
Amonium Nitrat (AN) 18.000 Ton Australia
Cartridged Emulsion 250 Ton (250.000 Kg) Australia (Johnex Explosives)

Inovasi Bom Pintar dan Kemandirian Alutsista

Di luar aktivitas ekspor, PT Dahana terus melakukan berbagai inovasi besar untuk memperkuat sistem persenjataan atau Alutsista di dalam negeri. Pada tahun 2025, perusahaan memfokuskan pengembangan pada pembangunan pabrik propelan, pembuatan bom pintar, serta proyek roket berpemandu yang sangat canggih.

Syaifuddin selaku Direktur Utama PT Dahana menyebutkan bahwa pembangunan industri propelan di Kawasan Energetic Material Center Subang adalah prioritas nasional yang sangat strategis. Propelan sendiri merupakan material utama yang dibutuhkan untuk memproduksi amunisi kaliber kecil, amunisi kaliber besar, hingga bahan pendorong roket.

Kehadiran pabrik propelan di dalam negeri dianggap sebagai langkah krusial bagi Indonesia guna mencapai kemandirian penuh di sektor industri pertahanan. Pemerintah memberikan dukungan yang sangat kuat terhadap pembangunan fasilitas ini agar daya saing industri pertahanan nasional meningkat tajam di level regional.

Selain propelan, PT Dahana juga sukses mengembangkan produk unggulan berupa bom pintar untuk memperkuat armada pertahanan udara TNI Angkatan Udara. Direktur Teknologi dan Pengembangan, Suhendra Yusuf RPN, mengungkapkan rasa bangganya atas performa Bom P-100L yang telah diuji coba dalam latihan tempur resmi.

Bom P-100L telah membuktikan efektivitasnya secara nyata dalam latihan Fire Power Demo serta latihan Angkasa Yudha tahun 2024 di Air Weapon Range, Lumajang. Produk ini memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang sangat tinggi mencapai 86,32 persen berkat kerja sama teknis yang baik dengan PT Sari Bahari.

Spesifikasi Teknis Bom P-100L

Bom P-100L dirancang dengan spesifikasi teknis yang mumpuni untuk mendukung misi serangan udara yang presisi dan memiliki daya hancur yang memadai. Dengan panjang mencapai 1.100 mm dan diameter 273 mm, bom ini memiliki berat total antara 100 hingga 125 kilogram untuk setiap unitnya.

Parameter Spesifikasi Detail Teknis
Panjang Produk 1.100 mm
Diameter Produk 273 mm
Berat Total 100 – 125 kg
Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 86,32%

Bagian isian bom ini menggunakan bahan peledak standar militer dengan tingkat efisiensi tinggi untuk memastikan dampak kerusakan yang maksimal pada target. Keunggulan lainnya adalah kemudahan dalam prosedur perawatan serta penyimpanan jangka panjang di dalam gudang amunisi tanpa mengurangi kualitas ledaknya.

Pada saat demonstrasi latihan kekuatan udara, satu unit pesawat jet tempur Sukhoi milik TNI AU mampu mengangkut hingga 18 unit Bom P-100L sekaligus. Seluruh bom yang dijatuhkan menunjukkan tingkat akurasi dan presisi yang sangat tinggi, sekaligus merepresentasikan kekuatan strategis dari Alutsista buatan dalam negeri.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.liputan6.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi