PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang mempertimbangkan opsi untuk menambah jumlah rangkaian gerbong pada layanan Kereta Rel Listrik (KRL) mulai tahun depan. Rencana tersebut secara khusus ditargetkan untuk rute Tanah Abang hingga Rangkasbitung atau yang dikenal sebagai Green Line melalui peningkatan sistem listrik aliran atas (LAA).
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa KRL rute Green Line hanya mampu dioperasikan dengan rangkaian yang terdiri dari delapan hingga sepuluh gerbong saja. Pembatasan ini disebabkan oleh daya listrik di jalur tersebut yang belum memadai untuk mendukung kereta dengan dua belas rangkaian seperti yang sudah beroperasi di Bekasi Line maupun Bogor Line.
Vice President Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur untuk rute Green Line tersebut saat ini masih berada dalam tahap kajian intensif. Meskipun demikian, ia memberikan kepastian bahwa proses kajian tersebut sudah berjalan hampir selesai atau memasuki tahap akhir.
Pihak KCI menegaskan komitmen mereka untuk merealisasikan program peningkatan infrastruktur di wilayah Jabodetabek yang diinisiasi oleh pemerintah bersama PT KAI mulai tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Karina kepada awak media saat ditemui di Commuter Hall, Jakarta, pada hari Senin (20/4/2026).
Peningkatan infrastruktur kelistrikan merupakan kunci utama agar penambahan jumlah gerbong di rute Tanah Abang-Rangkasbitung bisa mencapai standar dua belas rangkaian per kereta. KCI sendiri telah menyerahkan hasil identifikasi menyeluruh terkait kebutuhan sarana dan prasarana di setiap lintas pelayanan kepada pihak pemerintah.
Proses pengembangan infrastruktur Green Line saat ini sudah memasuki tahap finalisasi dalam kajian teknis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait. Pemerintah bersama PT KAI dan KAI Commuter berjanji akan bekerja secara maksimal untuk mempercepat proses pengembangan fasilitas pendukung, khususnya di jalur menuju Rangkasbitung tersebut.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa kementeriannya sedang berupaya memperpanjang jangkauan layanan KRL melalui program elektrifikasi jalur kereta api. Saat ini terdapat dua proyek strategis yang sedang dikaji oleh pemerintah, yakni rute Cikarang-Cikampek serta rute Bogor-Sukabumi.
Untuk rute Tanah Abang-Rangkasbitung, opsi penambahan gerbong menjadi prioritas demi mengakomodasi lonjakan jumlah pengguna layanan transportasi massal tersebut. Penambahan daya LAA dianggap sebagai solusi paling rasional agar kapasitas angkut penumpang dapat ditingkatkan secara signifikan dalam waktu dekat.
Dudy mengungkapkan bahwa ia telah menginstruksikan Direktur Jenderal terkait agar segera mengganti kereta di jalur Rangkasbitung dengan rangkaian yang memiliki kapasitas angkut lebih besar. Hal tersebut ditegaskannya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Kamis (9/4/2026) sembari menyebut perbaikan jaringan elektrifikasi sebagai syarat mutlak.
Data Proyek Peningkatan Jalur Kereta Api
| Lintas Pelayanan / Rute | Jenis Rencana Pengembangan |
|---|---|
| Tanah Abang-Rangkasbitung | Peningkatan Daya Listrik Aliran Atas (LAA) dan Penambahan 12 Gerbong |
| Cikarang-Cikampek | Kajian Perpanjangan Jalur melalui Program Elektrifikasi |
| Bogor-Sukabumi | Kajian Perpanjangan Jalur melalui Program Elektrifikasi |