Persijap Jepara sukses mempermalukan tuan rumah Semen Padang dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung pada Senin (20/4/2026). Bertanding di Stadion Haji Agus Salim, tim tamu berhasil membawa pulang poin penuh setelah mengakhiri laga dengan skor kemenangan dua gol tanpa balas.
Kemenangan Laskar Kalinyamat dipastikan lewat performa impresif sejak babak pertama melalui sumbangan gol dari Rendi Saepul dan Carlos Franca. Hasil positif ini tidak hanya mengamankan posisi Persijap di klasemen, tetapi juga memberikan tekanan besar bagi Semen Padang yang sedang berjuang di papan bawah.
Dominasi Babak Pertama dan Momentum Kemenangan
Persijap Jepara langsung tampil menekan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-37 melalui aksi Rendi Saepul yang memaksimalkan umpan matang Carlos Franca. Keunggulan tersebut bertambah sesaat sebelum turun minum, tepatnya menit ke-44, ketika Carlos Franca sukses mengeksekusi penalti sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengungkapkan bahwa pertandingan di markas Kabau Sirah merupakan tantangan berat yang sudah diprediksi sebelumnya oleh tim kepelatihan. Ia menilai keberhasilan anak asuhnya menjaga momentum penguasaan bola setelah gol pertama menjadi kunci utama dalam mengunci tiga poin krusial di laga tersebut.
Strategi Bertahan yang Kompak dan Sabar
Mario Lemos membeberkan bahwa rahasia utama kemenangan timnya terletak pada disiplin pertahanan yang sangat rapat dan kesabaran para pemain dalam menunggu peluang. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Persijap sengaja meminimalisir risiko dengan tidak memberikan banyak ruang bagi para pemain Semen Padang untuk mengembangkan permainan.
Keputusan taktis ini diambil mengingat posisi kedua tim yang tidak terpaut jauh di tangga klasemen sementara sebelum pertandingan dimulai. Strategi bertahan yang terorganisir terbukti efektif meredam agresivitas tuan rumah yang berusaha mencari gol balasan sepanjang pertandingan berlangsung.
Lumpuhkan Kekuatan Bola Mati Lawan
Selain fokus pada pertahanan, Mario Lemos juga memberikan instruksi khusus untuk mengantisipasi keunggulan Semen Padang dalam situasi bola mati atau set piece. Ia menaruh perhatian ekstra kepada pemain lawan seperti Boubakary Diarra dan Angelo Meneses yang dianggap sangat berbahaya dalam skema serangan udara.
Di sisi lain, armada Persijap yang dikomandoi Wahyudi Hamisi dkk berhasil memaksimalkan keunggulan kecepatan untuk melakukan serangan balik yang mematikan. Lemos memberikan apresiasi tinggi kepada Rendi Saepul dan Carlos Franca yang dianggap mampu menjalankan peran mereka dengan sangat baik di lini depan.
Statistik Posisi Klasemen Sementara
| Klub | Peringkat | Poin | Status Klasemen |
|---|---|---|---|
| Persijap Jepara | 13 | 28 | Menjauhi Zona Merah |
| Semen Padang | 17 | 20 | Zona Degradasi |
Gol Perdana yang Bersejarah bagi Rendi Saepul
Pertandingan ini menjadi momen yang sangat emosional bagi Rendi Saepul karena ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor untuk pertama kalinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Rendi menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut, namun ia menegaskan bahwa kemenangan tim tetap menjadi prioritas utama di atas prestasi individu.
Pemain muda tersebut berharap hasil maksimal di Padang ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi rekan-rekannya untuk terus meningkatkan performa pada laga-laga selanjutnya. Ia secara khusus mempersembahkan gol dan kemenangan ini untuk keluarganya serta seluruh pendukung setia Persijap di Jepara yang selalu memberikan dukungan moral.
Dampak Hasil Pertandingan bagi Kedua Tim
Kemenangan ini membawa Persijap Jepara merangkak naik ke posisi ke-13 klasemen sementara BRI Super League dengan total raihan 28 poin. Posisi ini memberikan nafas lega bagi manajemen dan pendukung klub karena mereka berhasil menjauh dari kejaran tim-tim penghuni zona degradasi.
Kondisi sebaliknya justru dialami oleh Semen Padang yang harus rela semakin terbenam di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin saja. Kegagalan meraih poin di kandang sendiri membuat langkah skuad Kabau Sirah untuk tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi musim depan menjadi semakin berat dan penuh tantangan.