Penyebab Sering Lupa dan Susah Fokus Saat Bekerja Menurut Psikolog UGM

Penyebab Sering Lupa dan Susah Fokus Saat Bekerja Menurut Psikolog UGM
Foto: Ilustrasi Penyebab Sering Lupa dan Susah Fokus Saat Bekerja Menurut Psikolog UGM.

Fenomena sering lupa dan kesulitan untuk berkonsentrasi saat bekerja kerap dialami oleh kalangan mahasiswa maupun pekerja di usia dewasa. Jika kondisi tersebut mulai mengganggu rutinitas harian, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan tenaga profesional seperti psikiater atau psikolog.

Gejala kurang fokus serta sikap impulsif merupakan tanda yang sering dikeluhkan oleh individu dengan gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD. Gangguan perkembangan saraf ini ternyata tidak hanya menyerang anak-anak, melainkan juga ditemukan pada orang dewasa dalam berbagai kasus.

Diana Setiyawati, seorang psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkapkan bahwa ADHD pada orang dewasa sering kali disebabkan oleh keterlambatan diagnosis. Baik penderita maupun keluarga mungkin tidak menyadari adanya gejala sejak masa kanak-kanak karena dianggap tidak memberikan dampak yang signifikan pada saat itu.

Kenyataannya, jika gangguan ini tidak ditangani dengan tepat, produktivitas sehari-hari penderitanya dapat mengalami gangguan yang cukup serius. Pada usia dewasa, gejala ADHD cenderung muncul secara samar, seperti mudah lupa, sulit mengelola fokus, hingga kesulitan dalam mengendalikan luapan emosi.

Diana menjelaskan bahwa ADHD sering kali dianggap sepele karena gejalanya yang tampak normal-normal saja di mata orang lain. Padahal, penderitanya mungkin sedang berjuang keras menghadapi kondisi ketidakproduktifan dalam menjalani kehidupan mereka sehari-hari.

Potensi Kesembuhan dan Penanganan

Ketika penderita ADHD dewasa terjebak dalam kondisi tidak produktif, banyak tanggung jawab pekerjaan atau tugas yang akhirnya terbengkalai. Dampaknya, mereka sering mengalami kondisi underachiever, di mana pencapaian prestasi mereka jauh di bawah kemampuan asli yang dimiliki.

Meskipun baru terdeteksi saat dewasa, Diana menegaskan bahwa kondisi ADHD ini masih memiliki peluang besar untuk ditangani dengan baik. Penanganan dapat dilakukan melalui pendekatan terapi rutin atau dengan mengonsumsi obat-obatan pengatur fokus yang diresepkan secara resmi oleh dokter spesialis kejiwaan.

Penting bagi orang dewasa dengan ADHD untuk memiliki kesadaran penuh terhadap kondisi kesehatan mental yang mereka alami saat ini. Nantinya, pendampingan dari psikolog atau psikiater akan sangat membantu dalam proses manajemen diri guna menghadapi hambatan yang muncul.

Diana menekankan bahwa kunci efektivitas penanganan terletak pada kemauan kuat untuk mengelola diri sendiri dan meminimalisir berbagai gangguan atau distraksi. Proses ini membutuhkan kolaborasi multidisiplin antara pihak psikiater dan psikolog agar hasil terapi yang didapatkan bisa lebih optimal.

Panduan Manajemen Waktu dan Prioritas

Salah satu hambatan utama yang dihadapi oleh penyandang ADHD dewasa adalah kesulitan dalam mengatur waktu dengan efektif dalam keseharian. Banyak dari mereka yang akhirnya menghabiskan waktu terlalu lama pada satu pekerjaan saja akibat kendala dalam membagi fokus.

Terdapat beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan oleh orang dewasa dengan ADHD untuk memperbaiki manajemen waktu dan menetapkan prioritas kerja. Merujuk pada informasi dari laman Help Guide, metode berikut ini bisa membantu penderita dalam meningkatkan efisiensi mereka di lingkungan kerja.

Tips Manajemen Waktu

Langkah pertama adalah memperhatikan waktu dengan bantuan perangkat visual seperti jam tangan, jam dinding, atau jam meja yang diletakkan di tempat strategis. Mencatat waktu mulai bekerja dengan mengucapkannya secara lantang dan menuliskannya dapat membantu kesadaran terhadap durasi pengerjaan suatu tugas.

Penyusunan alokasi waktu yang terbatas untuk setiap tugas sangat disarankan agar penderita tetap berada pada jalur jadwal yang benar. Penggunaan alarm pengingat secara berkala sangat efektif untuk menjaga produktivitas dan menyadarkan penderita mengenai berapa banyak waktu yang telah mereka habiskan.

Individu dengan ADHD sering kali kesulitan memperkirakan durasi nyata yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah aktivitas tertentu. Sebagai solusi, berikan waktu tambahan atau buffer time sekitar 10 menit lebih lama dari estimasi awal pengerjaan tugas tersebut.

Membiasakan diri datang lebih awal serta memasang pengingat jadwal keberangkatan merupakan strategi penting untuk menghindari keterlambatan yang sering terjadi. Persiapan segala kebutuhan barang bawaan sebelum pergi juga krusial agar tidak muncul kepanikan saat harus mencari barang di menit terakhir.

Tips Menentukan Prioritas

Dalam menentukan skala prioritas, penderita harus berani bertanya pada diri sendiri mengenai tugas mana yang paling mendesak untuk diselesaikan terlebih dahulu. Urutkan pekerjaan tersebut dari yang terpenting hingga yang paling ringan untuk mempermudah struktur alur kerja seharian.

Tugas yang berukuran besar sebaiknya dipecah menjadi beberapa bagian kecil agar penderita tidak merasa terbebani dan lebih mudah untuk menyelesaikannya satu demi satu. Fokus penuh pada jadwal yang telah disusun serta penggunaan pengatur waktu menjadi kunci utama agar tidak mudah teralihkan oleh distraksi luar.

Kategori Tips Langkah Praktis Tujuan Utama
Manajemen Waktu Gunakan jam visual dan alarm berkala Meningkatkan kesadaran durasi waktu
Estimasi Tugas Tambahkan waktu ekstra (buffer) 10 menit Mencegah kekurangan waktu saat bekerja
Kedisiplinan Datang lebih awal dan siapkan barang Mengurangi stres dan panik sebelum pergi
Skala Prioritas Urutkan tugas dan pecah menjadi bagian kecil Menjaga fokus pada penyelesaian tugas

Artikel terkait

Rekomendasi