Insanul Fahmi akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai pemberitaan yang menyebutkan bahwa dirinya hanya sanggup memberikan nafkah sebesar Rp1 juta setiap bulan untuk buah hatinya. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas tuntutan nafkah yang diajukan oleh pihak Wardatina Mawa dengan nilai mencapai Rp30 juta per bulan.
Tommy Tri Yunanto selaku kuasa hukum Insanul menjelaskan bahwa pernyataan mengenai nominal rendah tersebut sebenarnya hanyalah bentuk pelampiasan emosi sesaat dari kliennya. Menurut Tommy, pengusaha yang kini berusia 26 tahun tersebut merasa sangat frustrasi karena merasa dipersulit untuk bertemu dengan anaknya sejak momen Lebaran yang lalu.
Meskipun sempat terjadi ketegangan, Tommy mengungkapkan bahwa saat ini jalinan komunikasi antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa sudah mulai menunjukkan arah perubahan yang positif. Hal ini disampaikan oleh sang pengacara saat ditemui oleh awak media di kawasan Tangerang Selatan, Banten, pada tanggal 20 April 2026.
Kekesalan yang dirasakan oleh Insanul sebelumnya dipicu oleh rasa rindu yang mendalam karena tidak diperbolehkan bertatap muka dengan sang anak dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun, seiring berjalannya waktu, kedua belah pihak tampaknya mulai menurunkan ego masing-masing demi kepentingan masa depan anak mereka.
Komitmen Nafkah Tanpa Batasan Nominal
Pihak kuasa hukum secara tegas menyatakan bahwa Insanul Fahmi pada dasarnya memiliki komitmen penuh untuk mencukupi seluruh kebutuhan putranya tanpa mematok batasan angka tertentu. Tommy menegaskan bahwa kliennya bersedia menyanggupi berapapun besaran nafkah yang diperlukan asalkan hal tersebut memang sesuai dengan kebutuhan riil sang anak.
Tabel berikut merinci perbandingan antara nilai tuntutan nafkah awal dengan kesanggupan yang sempat dilontarkan oleh Insanul Fahmi dalam suasana emosional:
| Pihak Terkait | Status Nominal Nafkah | Nilai Per Bulan |
|---|---|---|
| Wardatina Mawa | Tuntutan Nafkah Anak | Rp30.000.000 |
| Insanul Fahmi | Pernyataan Emosional Awal | Rp1.000.000 |
| Pihak Insanul Fahmi | Komitmen Akhir | Sesuai Kebutuhan Anak |
Lebih lanjut, Tommy memastikan bahwa hubungan antara Insanul dan Mawa kini mulai membaik meskipun proses hukum terkait perceraian dan dugaan perzinaan masih terus bergulir. Pihak Mawa dikabarkan telah mulai membuka akses kembali bagi Insanul agar bisa menjalin kedekatan dan bertemu langsung dengan putranya.
Kabar mengenai melunaknya sikap Mawa dalam memberikan izin pertemuan tersebut menjadi angin segar bagi pihak Insanul yang selama ini menantikan momen kebersamaan. Tommy menyebutkan bahwa pada hari Jumat yang lalu, kliennya sudah berhasil menemui sang anak dan menghabiskan waktu berkualitas bersama secara langsung.
Pihak pengacara mengaku sangat merasa senang dengan perkembangan situasi yang semakin kondusif ini karena komunikasi yang lancar akan mempermudah penyelesaian masalah. Perubahan sikap ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kedua belah pihak dalam mengurus kepentingan buah hati mereka secara bijaksana.
Di sisi lain, proses hukum yang melibatkan pemeriksaan digital forensik terhadap bukti CCTV juga masih terus dipantau oleh para penyidik kepolisian. Meskipun urusan pribadi terkait anak mulai menemukan titik terang, kasus hukum yang berjalan tetap akan diikuti sesuai dengan prosedur yang berlaku di kepolisian.
Insanul Fahmi sendiri sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan intensif selama lima jam untuk mengklarifikasi berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dirinya juga menegaskan tidak bermaksud menggantung status hubungan hukumnya dengan pihak-pihak terkait dan hanya ingin fokus menyelesaikan konflik secara tuntas.
Dengan adanya pertemuan rutin yang mulai terjalin kembali, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai kewajiban nafkah maupun hak asuh anak di masa depan. Fokus utama Insanul saat ini adalah memastikan kesejahteraan sang putra tetap terjamin di tengah badai permasalahan rumah tangga yang sedang ia hadapi.