Hiu banteng atau Carcharhinus leucas selama ini kerap dipandang sebagai predator laut yang sangat buas dan bertanggung jawab atas berbagai insiden serangan terhadap manusia. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan sisi lain dari perilaku mereka yang menunjukkan adanya interaksi sosial unik, di mana hiu ini cenderung sangat selektif dalam memilih rekan dalam kelompoknya.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam Jurnal Animal Behaviour pada April 2026, terungkap bahwa hiu banteng mampu membangun ikatan pertemanan yang spesifik dengan individu tertentu saja. Studi ini menegaskan bahwa hiu tersebut tidak berkumpul secara sembarangan, melainkan secara aktif menentukan dengan siapa mereka akan menghabiskan waktu bersama di habitatnya.
Metode Penelitian dan Pengamatan Jangka Panjang
Para ilmuwan menghabiskan waktu selama enam tahun untuk memantau populasi hiu banteng yang berada di kawasan Shark Reef Marine Reserve, Fiji. Proyek penelitian kolaboratif ini melibatkan tim ahli dari University of Exeter dan University of Lancaster, serta didukung penuh oleh Fiji Shark Lab dan Beqa Adventure Divers.
Natasha D. Marosi, yang menjabat sebagai pendiri Fiji Shark Lab sekaligus penulis utama studi ini, mengibaratkan perilaku hiu tersebut menyerupai dinamika hubungan sosial pada manusia. Ia menjelaskan bahwa sebagaimana manusia memiliki lingkaran pertemanan mulai dari kenalan hingga sahabat dekat sambil menghindari individu tertentu, hiu banteng pun menerapkan pola seleksi serupa dalam kehidupan mereka.
Pola Interaksi Berdasarkan Ukuran dan Usia
Hasil observasi terhadap 184 ekor hiu menunjukkan bahwa individu dewasa memiliki kecenderungan kuat untuk berinteraksi dengan sesama hiu yang memiliki ukuran tubuh yang setara. Di sisi lain, data lapangan mengungkap bahwa hiu yang masih muda atau yang sudah sangat tua cenderung kurang aktif dalam menjalin hubungan sosial dibandingkan kelompok dewasa.
Darren Croft, peneliti senior dari University of Exeter, menyatakan bahwa temuan ini membantah persepsi umum yang menganggap hiu sebagai makhluk soliter tanpa kehidupan sosial yang berarti. Menurutnya, hiu mendapatkan berbagai keuntungan dari interaksi ini, termasuk dalam hal berbagi informasi tentang sumber makanan, mencari pasangan, serta meminimalkan risiko konflik internal.
Struktur Sosial Antara Jantan dan Betina
Penelitian ini juga mendapati adanya perbedaan struktur sosial yang cukup mencolok jika dilihat dari perspektif jenis kelamin para hiu. Meski hiu jantan dan betina sama-sama lebih suka mendekati individu betina, ternyata hiu jantan tercatat memiliki jaringan hubungan sosial yang lebih luas secara keseluruhan.
Fakta bahwa ukuran fisik hiu jantan lebih kecil dibandingkan betina diduga menjadi alasan utama mengapa mereka lebih aktif membangun koneksi dalam jaringan sosial tersebut. Marosi menambahkan bahwa dengan terintegrasi secara sosial, hiu jantan dapat secara efektif menghindari konfrontasi fisik atau perilaku agresif dari individu lain yang memiliki tubuh lebih besar.
Upaya Konservasi Berbasis Data Ilmiah
Temuan dari studi mendalam ini kini tengah ditindaklanjuti melalui kerja sama antara Fiji Shark Lab dengan Kementerian Perikanan Fiji untuk kepentingan konservasi. Informasi mengenai pola perilaku sosial ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam merumuskan strategi perlindungan yang lebih efektif bagi habitat hiu di wilayah tersebut.
Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa keberlangsungan hidup hiu banteng tidak hanya bergantung pada kemampuan berburu, tetapi juga pada dukungan sosial dari sesamanya serta perlindungan dari manusia. Upaya menjaga keseimbangan ekosistem samudra menjadi sangat krusial mengingat peran penting sang predator ini dalam tatanan hayati laut global.