Pejabat Tinggi Ontario Kanada Menjual Jet Pribadi Setelah Menerima Kritikan, Harganya Begini

Pejabat Tinggi Ontario Kanada Menjual Jet Pribadi Setelah Menerima Kritikan, Harganya Begini
Foto: Ilustrasi Pejabat Tinggi Ontario Kanada Menjual Jet Pribadi Setelah Menerima Kritikan, Harganya Begini.

Setelah menghadapi kritik terkait pengeluaran yang dianggap boros, Perdana Menteri Ontario, Kanada, Doug Ford memutuskan untuk menjual jet pribadi yang baru saja dibeli. Pembelian jet tersebut senilai 28,9 juta dolar Kanada, setara dengan 21 juta dolar AS atau sekitar Rp 360 miliar, mendapatkan banyak sorotan negatif dari masyarakat.

Kantor Ford menyatakan bahwa pesawat itu rencananya akan digunakan untuk perjalanan resmi, termasuk kunjungan ke Amerika Serikat guna membantu mendorong penentangan terhadap tarif yang diterapkan oleh pemerintah Trump. Meski demikian, setelah mengumumkan pembelian tersebut, ia mendapat banyak kecaman dari lawan politik yang menyebutnya sebagai "pengeluaran yang tidak perlu" dan "menyalahi keadaan yang sebenarnya".

Pada hari Minggu, Ford mengeluarkan pernyataan bahwa jet tersebut akan dijual "secepat mungkin". Ia mengakui bahwa meskipun niat awalnya baik, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan pengeluaran besar demi pesawat pemerintah.

Ford juga memastikan bahwa provinsi tersebut akan bekerja sama dengan Bombardier dan mitra lainnya untuk proses penjualan. Jet yang dimaksud adalah Bombardier Challenger 650, yang diproduksi di Kanada pada tahun 2016.

"Saya akan tetap menjalin hubungan dengan para pemimpin bisnis dan politik di Kanada dan AS untuk mengatasi tarif, menarik investasi, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Ontario," ujar Ford. Namun, para kritikus menilai pembelian jet tersebut tidak seharusnya dilakukan, dan kelompok advokasi wajib pajak mendesak Ford untuk terus menggunakan penerbangan komersial.

Pemimpin Partai Demokrat Baru Ontario, Marit Stiles, mengekspresikan bahwa Ford hanya berubah pikiran setelah situasi mulai genting. Ia menilai Ford seolah tertangkap basah "hidup seperti bintang rock" dengan menggunakan uang rakyat.

Sementara itu, John Fraser, pemimpin sementara Partai Liberal Ontario, menuduh Ford ingin "hidup seperti miliarder" dengan dana publik. Ia menekankan bahwa keputusan untuk membeli jet pribadi di tengah kesulitan ekonomi keluarga-keluarga di Ontario mencerminkan karakter Ford yang sebenarnya.

Pada awal tahun ini, jajak pendapat Angus Reid menunjukkan popularitas Ford berada di sekitar 31%, angka ini termasuk yang terendah di Kanada bagi perdana menteri yang baru saja terpilih dalam pemerintahan mayoritas ketiga berturut-turut. Selain itu, permintaan untuk penerbangan jet pribadi juga meningkat tajam selama penutupan pemerintah AS, yang membuat perjalanan komersial semakin rumit.

CEO Flexjet, Andrew Collins, mengungkapkan bahwa tren ini dipicu oleh banyaknya penundaan dan pembatalan penerbangan komersial akibat masalah kekurangan staf di sistem kontrol lalu lintas udara. Data dari Flighaware menunjukkan lebih dari 17.000 penerbangan komersial di AS mengalami penundaan, sementara sejumlah pembatalan juga telah direncanakan sebelumnya.

Pemerintahan Trump memerintahkan maskapai penerbangan untuk mengurangi jadwal penerbangan di 40 bandara utama sebanyak 4%, dengan kemungkinan pengurangan lebih hingga 10% pada akhir pekan. Kondisi tersebut membuat pelancong mencari alternatif, dan penerbangan dengan jet pribadi menjadi pilihan yang semakin diminati.

Flexjet mencatat lonjakan pemesanan pesawat dalam beberapa minggu terakhir. Dalam tujuh hari pertama bulan November, peningkatan jam penerbangan mencapai 42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan jam terbang pada bulan Oktober naik 23% dibandingkan tahun sebelumnya.

Unit bisnis Flexjet yang bernama FXAIR bahkan mengalami kenaikan 56% dalam jam pendapatan pada bulan lalu, dibandingkan dengan bulan Oktober 2024.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.liputan6.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi