Pelatih utama Persis Solo, Milomir Seslija, tetap memelihara optimisme tinggi untuk membawa armadanya lolos dari jeratan zona degradasi meskipun baru saja menelan kekalahan pahit. Keyakinan ini muncul setelah Laskar Sambernyawa terpaksa mengakui keunggulan Arema FC dengan skor 0-2 pada pertandingan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Kekalahan di markas Singo Edan tersebut sekaligus mengakhiri catatan impresif Persis Solo yang sebelumnya berhasil melewati delapan pertandingan berturut-turut tanpa sekalipun tersentuh kekalahan. Akibat hasil minor ini, posisi tim asal Kota Bengawan tersebut harus rela kembali merosot ke zona merah klasemen sementara.
Persaingan Ketat di Papan Bawah
Persis Solo kini tertahan di peringkat ke-16 klasemen setelah Madura United sukses mengamankan poin penuh melalui kemenangan tipis 2-1 atas Persebaya Surabaya di pekan yang sama. Saat ini, Laskar Sambernyawa tercatat mengumpulkan 24 poin dari total 28 laga yang telah mereka jalani di kompetisi musim ini.
Ketatnya persaingan terlihat dari selisih poin yang sangat tipis, di mana Persis hanya tertinggal satu angka dari Persijap Jepara yang menghuni peringkat ke-15. Sementara itu, jarak poin mereka dengan Madura United yang menempati posisi ke-14 juga hanya terpaut dua angka saja.
| Posisi | Klub | Main | Poin | Selisih Poin dari Persis |
|---|---|---|---|---|
| 14 | Madura United | 28 | 26 | +2 |
| 15 | Persijap Jepara | 28 | 25 | +1 |
| 16 | Persis Solo | 28 | 24 | - |
Peluang Bertahan di Kasta Tertinggi
Milomir Seslija menegaskan bahwa kans bagi Persis Solo untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih terbuka sangat lebar bagi semua tim. Juru taktik asal Bosnia-Herzegovina tersebut menilai bahwa timnya telah menunjukkan perkembangan performa yang luar biasa signifikan sejak ia mulai menjabat.
Ia mengenang masa-masa awal kedatangannya di mana kondisi tim sangat mengkhawatirkan dan upaya menyelamatkan diri dari degradasi sempat dianggap sebagai sesuatu yang mustahil. Namun, berkat dedikasi dan kerja keras seluruh elemen pemain pada putaran kedua, situasi sulit tersebut perlahan mulai berubah menjadi harapan yang nyata.
“Ketika saya pertama kali datang, menyelamatkan Persis Solo untuk lolos dari degradasi seperti sebuah mission impossible. Namun, kini kami telah bersama-sama membuatnya menjadi sebuah misi yang possible,” ujar Milo.
Milo juga membandingkan pencapaian tim yang pada putaran pertama hanya mampu mendulang 10 poin dan harus terdampar di dasar klasemen liga. Kini, ia merasa bangga karena selisih poin untuk keluar dari zona degradasi dan mencapai zona aman hanya terpaut satu hingga dua angka saja.
Strategi Motivasi dan Sisa Pertandingan
Menghadapi sisa musim yang krusial, Milomir Seslija mengaku tidak menemui kendala berarti dalam memberikan motivasi tambahan kepada para penggawa Laskar Sambernyawa. Baginya, setiap laga melawan tim berkualitas adalah momentum berharga bagi setiap individu maupun kolektivitas tim untuk terus tumbuh dan berkembang.
Ia menekankan pentingnya bermain sepak bola dengan prinsip sederhana serta disiplin dalam menjalankan instruksi taktikal yang telah disusun oleh tim pelatih. Namun, ia menyayangkan performa saat melawan Arema FC karena apa yang telah dipersiapkan selama latihan justru tidak berjalan sesuai harapan di atas lapangan.
Komitmen Pantang Menyerah hingga Akhir
Pelatih yang kini menginjak usia 61 tahun tersebut memastikan bahwa seluruh anggota tim Persis Solo tidak akan menyerah sebelum kompetisi benar-benar berakhir. Ia menyadari sepenuhnya bahwa persaingan untuk menghindari ancaman turun kasta akan berlangsung sangat sengit hingga detik-detik terakhir musim ini.
Kekalahan dari Arema FC dianggapnya sebagai sebuah peringatan penting bagi tim untuk segera melakukan evaluasi dan kembali fokus menatap laga-laga ke depan. Meskipun para pemain berada di bawah tekanan besar, Milo menilai hal tersebut adalah dinamika normal dalam dunia sepak bola profesional yang harus dihadapi.
Persis Solo saat ini masih menyisakan enam pertandingan sisa yang menyediakan total 18 poin maksimal yang bisa mereka perjuangkan di sisa musim. Milo meyakini bahwa di liga Indonesia yang sangat kompetitif ini, setiap kontestan memiliki peluang yang sama besar untuk saling mengalahkan satu sama lain.