Laga PSIM Lawan Persija Digelar di Bali, Liana Tasno Sebut Ini Bentuk Tanggung Jawab Bukan Hindari Jogja

Laga PSIM Lawan Persija Digelar di Bali, Liana Tasno Sebut Ini Bentuk Tanggung Jawab Bukan Hindari Jogja
Foto: Ilustrasi Laga PSIM Lawan Persija Digelar di Bali, Liana Tasno Sebut Ini Bentuk Tanggung Jawab Bukan Hindari Jogja.

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait perubahan lokasi pertandingan antara timnya melawan Persija Jakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu sore, 22 April 2026 tersebut, dipastikan batal digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta.

Sebagai solusi atas kendala yang muncul, manajemen memutuskan untuk memindahkan lokasi pertandingan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta yang berada di Gianyar, Bali. Langkah ini terpaksa diambil oleh pihak manajemen Laskar Mataram setelah rencana penyelenggaraan pertandingan di wilayah asal mereka tidak mendapatkan izin keamanan dari kepolisian.

Kondisi ini memaksa PSIM Yogyakarta untuk menjalani partai kandang di luar daerah yang secara teknis terasa seperti melakoni pertandingan tandang. Liana Tasno menegaskan bahwa pihaknya sangat menghormati keputusan kepolisian dan otoritas terkait demi menjaga aspek keamanan serta kenyamanan jalannya pertandingan.

Bermain di Luar Jogja Bukan Pilihan Utama

Manajemen mengakui bahwa harus bertanding jauh dari Yogyakarta bukanlah sebuah situasi ideal yang mereka harapkan sejak awal musim. Sebagai tim yang bertindak selaku tuan rumah, PSIM Yogyakarta sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk tampil langsung di depan para pendukung setia mereka.

Liana menyatakan bahwa bermain di luar daerah asal bukanlah keputusan yang mudah, namun harus dilakukan demi kelangsungan kompetisi. Ia pun memahami sepenuhnya adanya rasa kekecewaan yang mendalam dari para suporter akibat perpindahan lokasi stadion ini.

Meskipun demikian, Liana meminta agar seluruh pecinta klub tetap memberikan energi positif dan semangat kepada para pemain yang sedang berjuang di lapangan. Menurutnya, dukungan moral yang solid jauh lebih dibutuhkan saat ini dibandingkan munculnya perpecahan di internal keluarga besar klub.

Pemindahan Sebagai Solusi Teknis dan Tanggung Jawab

Keputusan menggunakan stadion di Bali dipandang sebagai solusi teknis paling masuk akal agar jadwal kompetisi tetap berjalan sesuai rencana awal. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab manajemen dalam menjaga nama besar PSIM serta memastikan komitmen terhadap jalannya liga tetap terjaga.

Liana menekankan bahwa pemindahan venue ini bukan berarti klub ingin menjauh dari masyarakat Yogyakarta atau para pendukungnya. Manajemen berkomitmen untuk terus berupaya agar pada laga-laga selanjutnya Laskar Mataram dapat kembali merumput di kandang sendiri.

Pihak klub akan terus menjalin komunikasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan agar kendala serupa tidak terulang kembali di masa depan. Liana percaya bahwa suporter PSIM adalah kelompok yang cerdas dan loyal sehingga mampu menghadapi situasi sulit ini dengan sikap yang elegan.

Komitmen Suporter Menjaga Kondusivitas

Dua wadah suporter besar PSIM Yogyakarta, yakni Brajamusti dan The Maident, menyatakan sikap hormat terhadap situasi darurat yang sedang dihadapi klub. Mereka telah berkomitmen untuk tetap menjaga suasana aman dan kondusif di wilayah Yogyakarta meskipun tim kebanggaan mereka tidak bertanding di sana.

Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh elemen suporter, termasuk kepada para pendukung Persija Jakarta atau The Jakmania. Ia menyayangkan dinamika yang terjadi di Jogja membuat mereka belum bisa menyambut tamu mereka dengan fasilitas yang maksimal di stadion.

Meski laga berpindah ke Bali, para pendukung Persija yang sudah terlanjur berada di Yogyakarta tetap akan mendapatkan sambutan hangat dari suporter lokal. Manajemen dan suporter telah menyiapkan beberapa titik kumpul bagi mereka yang ingin menyaksikan pertandingan melalui layar lebar atau nonton bareng.

Lokasi yang disediakan sebagai tempat berkumpul antara lain adalah Jogja National Museum, kawasan XT Square, hingga area Embung Giwangan. Selain itu, Stadion Mandala Krida juga menjadi salah satu opsi tempat bagi para penggemar sepak bola yang ingin merasakan atmosfer kebersamaan saat menonton laga tersebut.

Sementara itu, Ketua The Maident, Rendy Prasetya, kembali menegaskan pentingnya menjaga ketertiban selama masa transisi ini berlangsung. Ia berharap seluruh anggota suporter dapat menerima kenyataan ini dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk perbaikan di masa mendatang.

Informasi Lokasi Nonton Bareng di Yogyakarta

No. Nama Lokasi Fungsi / Fasilitas
1 Jogja National Museum Titik Kumpul dan Nonton Bareng
2 XT Square Lokasi Berkumpul Suporter
3 Embung Giwangan Opsi Lokasi Nonton Bersama
4 Stadion Mandala Krida Opsi Tambahan Lokasi Fasilitasi

Dengan adanya kepastian ini, seluruh pihak diharapkan dapat fokus memberikan dukungan penuh kepada PSIM Yogyakarta dari mana pun mereka berada. Kelangsungan kompetisi BRI Super League 2025/2026 menjadi prioritas utama demi menjaga sportivitas dan profesionalisme sepak bola Indonesia.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.bola.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi