Septia Ratnasari, mahasiswi S1 Ilmu Komunikasi dari Universitas Amikom Yogyakarta, berhasil terpilih sebagai salah satu Google Student Ambassador (GSA) 2026. Ia menjadi bagian dari 2.000 mahasiswa yang lolos setelah menyisihkan lebih dari 81.000 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Kisah sukses Septia tidak terlepas dari dedikasinya sebagai kreator konten yang fokus pada edukasi penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di media sosial. Melalui akun Instagram pribadinya, @haiiseptiaaa, ia rutin membagikan berbagai tips praktis mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan perkuliahan sehari-hari.
Dalam sesi pelantikan yang digelar di MGP Space, SCBD Park, Jakarta Selatan, Septia mengungkapkan keinginannya agar rekan sejawat memahami bahwa AI bukan sekadar alat hiburan. Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi tersebut secara inklusif dan bertanggung jawab agar memberikan dampak positif bagi ekosistem akademik di lingkungan kampus.
Program Google Student Ambassador sendiri merupakan inisiatif besar yang bertujuan untuk memberdayakan generasi muda agar berperan aktif dalam mendorong literasi digital. Para mahasiswa duta ini diharapkan dapat belajar, bereksperimen, sekaligus menciptakan solusi nyata dengan memanfaatkan teknologi canggih seperti AI.
Membangun Portofolio dan Kredibilitas
Meskipun aktif sebagai kreator konten, Septia menegaskan bahwa pendaftar GSA tidak harus selalu memiliki latar belakang sebagai pembuat konten digital. Setiap calon duta dapat menonjolkan potensi unik mereka, seperti minat pada literasi masyarakat atau kemampuan menggunakan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan sosial.
Septia sendiri memperkuat portofolionya dengan rajin menjadi pembicara dalam berbagai seminar, mulai dari skala kecil di lingkungan rumah hingga acara resmi di tingkat universitas. Ia juga memanfaatkan platform profesional LinkedIn untuk mendokumentasikan setiap pencapaian serta kolaborasi yang ia jalin dengan sejumlah merek terkemuka.
Menurut Septia, pengalaman berbicara di depan publik sekecil apa pun tetap memiliki nilai di mata tim seleksi Google karena membuktikan usaha keras seseorang untuk berdaya. Konsistensi dalam memperkaya wawasan melalui seminar kampus dan kegiatan eksternal lainnya menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan diri sebelum mendaftar.
Visi, Misi, dan Rencana Komunitas
Proses seleksi GSA menuntut pendaftar untuk menunjukkan identitas diri melalui esai di Google Form serta video perkenalan yang diunggah ke platform YouTube. Dalam video tersebut, Septia secara rinci memaparkan visi dan misinya untuk menjadikan program ini sebagai wadah berbagi ilmu pemanfaatan AI yang lebih mendalam.
Ia memiliki rencana ambisius untuk mendirikan sebuah komunitas literasi AI di kampusnya agar teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas manusia tanpa mendegradasi kemampuan kognitif. Rencana ini telah mendapatkan restu dari pihak dekanat dan akan segera diimplementasikan melalui berbagai kegiatan edukatif bagi para mahasiswa lainnya.
Septia juga sudah mulai menjalin kerja sama dengan organisasi internal kampus untuk mengadakan lokakarya atau workshop yang menggabungkan teori literasi AI dengan sesi praktik langsung. Langkah konkret ini bertujuan agar para mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara abstrak, namun juga mampu menerapkan teknologi secara teknis dalam dunia kerja nantinya.
Dampak Nyata bagi Dunia Pendidikan
Muriel Makarim selaku Country Marketing Manager Google Indonesia menyatakan bahwa para duta terpilih memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi panutan dalam penggunaan AI yang etis. Melalui program pelatihan dan sertifikasi yang disediakan, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan solusi kreatif yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Program tahun ini juga memperkenalkan inovasi baru berupa Google Student Ambassador Buddy yang memungkinkan para peserta bekerja sama dalam mengerjakan berbagai proyek kelompok. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi, pertukaran ide, serta proses curah pendapat yang lebih inklusif di antara para mahasiswa dari berbagai latar belakang berbeda.
Melalui pembentukan komunitas yang solid dan berliterasi tinggi, Google berharap para mahasiswa dapat terus berbagi pengetahuan demi kemajuan bersama secara kolektif. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan produktif di tingkat perguruan tinggi di seluruh penjuru tanah air.
| Kategori Informasi | Detail Data |
|---|---|
| Total Pendaftar GSA 2026 | 81.000+ Orang |
| Jumlah Mahasiswa Lolos Seleksi | 2.000 Peserta |
| Jenjang Pendidikan Peserta | D3, D4, dan S1 |
| Tanggal Pelantikan | 23 April 2026 |