Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun 2026 menghadirkan beragam kisah inspiratif dari para pesertanya di berbagai lokasi ujian. Salah satu cerita yang menarik perhatian datang dari Banyu Bening Dwiana, seorang siswa yang rela terbang jauh dari luar negeri demi mengikuti tes di Universitas Brawijaya (UB).
Bening merupakan pelajar dari Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) yang berlokasi di Bangkok, Thailand, dan memutuskan kembali ke tanah air untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ia telah berada di Malang sejak tanggal 18 April 2026 dan melaksanakan ujian pada sesi pagi, Sabtu (25/4/2026), bertempat di gedung Lab Ichtyologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK UB).
Keputusan Bening memilih Universitas Brawijaya didasari oleh lokasi kampus yang sangat strategis serta ketersediaan fasilitas yang dianggap sangat memadai bagi para peserta ujian. Ia mengungkapkan rasa nyamannya mengikuti seleksi di kampus tersebut karena lingkungan yang luas dan dukungan penuh dari para pengawas ujian yang sangat sigap membantu para peserta.
Persiapan Intensif Siswa Sekolah Indonesia di Luar Negeri
Sebagai informasi, siswa SILN merupakan warga negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri karena mengikuti orang tua yang bekerja sebagai diplomat maupun pekerja migran. Meski menempuh pendidikan jauh dari Indonesia, Bening menjelaskan bahwa sekolahnya tetap memberikan dukungan maksimal bagi murid-murid yang berniat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Persiapan menghadapi UTBK tersebut telah dilakukan secara intensif sejak bulan Desember 2026 melalui program bimbingan belajar tambahan yang dilaksanakan setelah jam sekolah berakhir. Bening memaparkan bahwa setiap hari setelah jam 2 atau 3 siang, ia dan rekan-rekannya mendapatkan pembekalan khusus dari guru-guru sekolah untuk mematangkan kesiapan akademik mereka.
Alasan Memilih Kuliah di Indonesia
Keputusan Bening untuk menempuh studi di Indonesia didasari oleh beberapa pertimbangan mendasar, salah satunya terkait status mahasiswa internasional yang disematkan jika ia berkuliah di Thailand. Jika tetap melanjutkan pendidikan di Thailand, ia harus menanggung beban biaya pendidikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa lokal di negara tersebut.
Selain faktor biaya, dorongan untuk lebih mengenal jati diri bangsa Indonesia menjadi alasan kuat bagi Bening untuk pulang dan menempuh pendidikan di tanah kelahiran. Ia memiliki keinginan besar untuk mempelajari lebih dalam mengenai kekayaan budaya, keragaman bahasa, serta dinamika kehidupan sosial yang ada di Indonesia selama masa perkuliahannya nanti.
Di akhir sesi wawancara, Bening memberikan pesan penyemangat bagi seluruh rekan perjuangannya yang sedang mengikuti seleksi UTBK agar tetap teguh dan berserah diri kepada Tuhan. Ia mengingatkan bahwa setelah melakukan usaha maksimal dan kerja keras, hasil akhirnya harus dipercayakan kepada Yang Maha Kuasa sembari tetap menjaga semangat juang yang tinggi.
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Peserta | Banyu Bening Dwiana |
| Asal Sekolah | SILN Bangkok, Thailand |
| Lokasi Ujian | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB |
| Tanggal Tiba di Malang | 18 April 2026 |
| Waktu Pelaksanaan Ujian | Sabtu, 25 April 2026 (Sesi Pagi) |
| Waktu Mulai Bimbingan | Desember 2026 |
Melalui perjuangannya terbang dari Thailand, Bening membuktikan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi anak bangsa untuk meraih mimpi menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta lainnya untuk tetap optimistis dalam menghadapi ketatnya persaingan masuk universitas melalui jalur tes tahun ini.