Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berencana melakukan penutupan terhadap sejumlah program studi yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri strategis nasional saat ini. Langkah ini diambil guna memastikan lulusan perguruan tinggi dapat terserap secara optimal pada delapan bidang prioritas yang menjadi fokus utama pemerintah.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menjelaskan bahwa prodi di masa depan akan diarahkan pada sektor kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hingga material maju dan manufaktur. Selain itu, pengembangan juga akan difokuskan pada sektor pertahanan, energi, maritim, serta hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan di atas angka 12 persen.
Badri mengimbau agar pihak perguruan tinggi bersedia melakukan evaluasi mandiri dalam memilih program studi mana yang harus segera ditutup demi kepentingan nasional. Dukungan dari konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) juga sangat diharapkan untuk menyukseskan implementasi kebijakan penyesuaian kurikulum dan prodi tersebut.
Berdasarkan data statistik pendidikan tinggi, salah satu bidang yang mengalami surplus lulusan yang sangat besar adalah rumpun ilmu kependidikan atau keguruan. Setiap tahunnya terdapat sekitar 490 ribu lulusan keguruan, padahal total kebutuhan tenaga pendidik hanya mencapai kisaran 20 ribu orang saja.
Laporan Statistik Pendidikan Tinggi 2024 menunjukkan bahwa bidang ilmu pendidikan, ekonomi, dan sosial masih mendominasi perolehan jumlah lulusan terbanyak di Indonesia. Berikut adalah rincian data program studi dengan jumlah kelulusan tertinggi pada tahun ajaran 2023/2024 sebagaimana tercatat dalam dokumen resmi tersebut.
| Peringkat | Nama Program Studi | Jumlah Lulusan (Mahasiswa) |
|---|---|---|
| 1 | Pendidikan Profesi Guru | 162.521 |
| 2 | Manajemen | 151.679 |
| 3 | Akuntansi | 68.015 |
| 4 | Pendidikan Guru Sekolah Dasar | 61.756 |
| 5 | Ilmu Hukum | 54.887 |
| 6 | Pendidikan Agama Islam | 52.798 |
| 7 | Kebidanan | 36.899 |
| 8 | Teknik Informatika | 35.919 |
| 9 | Ilmu Komunikasi | 33.704 |
| 10 | Keperawatan | 32.475 |
| 11 | Farmasi | 29.183 |
| 12 | Teknik Sipil | 27.304 |
| 13 | Sistem Informasi | 25.866 |
| 14 | Ilmu Keperawatan | 24.937 |
| 15 | Pendidikan Profesi Bidan | 21.467 |
| 16 | Psikologi | 19.958 |
| 17 | Hukum | 18.825 |
| 18 | Pendidikan Bahasa Inggris | 18.139 |
| 19 | Profesi Ners | 16.128 |
| 20 | Ekonomi Syariah | 15.077 |
Data tersebut menggambarkan tantangan besar bagi pemerintah dalam menyeimbangkan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan daya serap industri yang tersedia. Melalui kebijakan ini, Kemdiktisaintek berupaya keras agar kelebihan pasokan lulusan pada bidang tertentu dapat dialihkan menuju sektor-sektor strategis yang lebih membutuhkan.