Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 mengalami sejumlah kecurangan yang memprihatinkan. Beberapa peserta dikabarkan melakukan kecurangan dengan menempatkan chip atau alat bantu di telinga dan menggunakan joki. Praktik joki ini terbongkar di beberapa universitas, termasuk dua di Jawa Timur yang melaporkan praktik tersebut.
Di Universitas Airlangga (UNAIR), panitia berhasil mengidentifikasi joki yang menggunakan dokumen palsu, tetapi terduga pelaku tidak datang karena khawatir identitasnya terungkap. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) juga mengungkapkan hal yang sama, di mana panitia telah mengamankan seorang joki yang berusaha menipu petugas menggunakan dokumen tidak valid.
Menurut Wakil Rektor I Unesa, Martadi, pemalsuan dokumen melibatkan tingkat keahlian yang tinggi. "Hasil verifikasi menunjukkan terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan, namun terdapat perbedaan mencolok pada foto, menandakan ini bukan ijazah asli," ungkap Martadi.
Kejadian terkait penggunaan chip di telinga disinyalir terjadi di Universitas Diponegoro, Semarang, yang kemudian melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Peserta yang terlibat sebelumnya dibawa ke klinik THT sebelum dikembalikan kepada orang tuanya.
Sejumlah pihak menyesali tindakan tidak etis ini. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, menyatakan bahwa kecurangan ini lebih dari sekadar pelanggaran aturan. Dia menekankan bahwa ini berkaitan dengan masalah integritas peserta.
Lalu mengatakan, "Kasus kecurangan di UTBK jelas memprihatinkan, terutama dengan penggunaan alat tersembunyi di telinga. Ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga masalah integritas," ujarnya saat diwawancarai wartawan pada Rabu (22/4/2026).
Pada kesempatan lain, detikSore juga akan membahas sebuah rumah unik yang dibangun di Wonogiri, Jawa Tengah. Rumah tersebut memiliki dimensi 6 x 15 meter persegi dan dibentuk menyerupai dua bus double decker, sebagai pengingat akan perjalanan pemiliknya ke Jakarta.
Dalam laporan yang lebih mendalam, akan dibahas mengenai proses pembangunan dan biaya yang dikeluarkan. Sebagai informasi tambahan, Geisha, band yang terkenal dengan vokal emosional, kembali merilis karya terbaru berjudul "Geram," yang menjelajahi emosi saat seseorang mencapai batas dalam sebuah hubungan.
Lagu ini bukan hanya sekadar mengungkapkan kemarahan, tetapi juga mencerminkan rasa lelah yang telah terpendam lama. "Geram" menjadi awal yang baru bagi Geisha dalam fase musikalitas mereka yang terus relevan untuk berbagai generasi.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cerita di balik lagu terbaru Geisha, saksikan penampilan dan diskusinya dalam segment Sunsetalk yang tayang sore ini. Selain itu, kamu juga dapat mengikuti siaran langsung berita hangat dari detikcom yang berlangsung setiap Senin hingga Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom.
Jangan ragu untuk berkomentar melalui kolom live chat yang tersedia. "Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"