PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter sedang mematangkan langkah strategis untuk melakukan pengadaan 30 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) baru di wilayah Jabodetabek. Penambahan armada transportasi publik ini secara khusus diproyeksikan untuk memperluas daya tampung penumpang di seluruh rute layanan Commuter Line guna mengatasi kepadatan yang kerap terjadi.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan bahwa proses kajian teknis serta administratif terkait pengadaan puluhan unit kereta tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir. Pihak manajemen internal KAI dan KCI terus berkoordinasi secara intensif dengan jajaran pemerintah agar pemenuhan kebutuhan sarana angkutan massal ini dapat segera terwujud dalam waktu dekat.
Rencana penambahan armada ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti urgensi penanganan masalah penumpukan penumpang di wilayah megapolitan Jabodetabek. KAI Commuter menegaskan bahwa distribusi rangkaian baru tersebut nantinya akan menyesuaikan dengan daya dukung infrastruktur yang ada, termasuk memastikan kesiapan teknis pada setiap stasiun tujuan.
Selain menambah jumlah armada secara kuantitas, operator kereta juga berencana untuk meningkatkan jumlah gerbong dalam satu rangkaian menjadi stamformasi 12 atau SF12. Strategi pengoperasian rangkaian kereta yang lebih panjang ini hanya akan diterapkan pada lintasan yang infrastrukturnya sudah mampu menunjang spesifikasi teknis tersebut secara optimal.
Target Operasional dan Jadwal Pengadaan
Proses administrasi serta pengadaan awal 30 rangkaian KRL baru ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026 mendatang sesuai dengan perencanaan perusahaan. Karina Amanda menegaskan bahwa perkembangan lebih lanjut mengenai tahapan implementasi proyek ini akan diinformasikan secara berkala kepada publik seiring berjalannya waktu.
Fokus utama yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam pengadaan unit baru ini adalah menjamin standar keselamatan perjalanan serta meningkatkan kualitas kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa. Langkah antisipatif ini dinilai mendesak mengingat banyaknya rangkaian kereta lama yang memasuki masa pensiun sehingga berisiko mengganggu kelancaran layanan transportasi masyarakat luas.
Dukungan Dana dan Komitmen Pemerintah
Dalam mendukung penyediaan transportasi yang lebih layak, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan resmi terkait alokasi anggaran yang mencapai angka Rp5 triliun. Kepala Negara menyatakan bahwa pengembangan moda transportasi kereta api harus diperluas secara signifikan karena fungsinya yang sangat vital dalam menyangga mobilitas jutaan warga setiap harinya.
Detail perhitungan menunjukkan bahwa pengadaan satu rangkaian kereta diperkirakan membutuhkan biaya investasi sekitar USD 9 juta atau dalam kisaran harga pasar internasional. Pemerintah memutuskan untuk menaikkan plafon anggaran dari pengajuan awal sebesar Rp4,8 triliun menjadi Rp5 triliun demi memastikan kualitas pengadaan sarana publik ini tidak terhambat kendala finansial.
Berikut adalah rincian data keuangan dan target pengadaan rangkaian KRL berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan operator penyedia jasa transportasi tersebut:
| Keterangan Pengadaan | Detail Informasi |
|---|---|
| Jumlah Rangkaian Baru | 30 Trainset |
| Estimasi Biaya per Rangkaian | USD 9 Juta |
| Total Anggaran yang Disetujui | Rp5 Triliun |
| Target Waktu Penyelesaian | 6 Bulan hingga 1 Tahun |
| Tahun Mulai Proses | 2026 |
Presiden Prabowo juga memberikan instruksi khusus agar seluruh proses pengadaan ini diselesaikan secara cepat dengan target penyelesaian maksimal satu tahun atau bahkan hanya enam bulan. Beliau menegaskan tidak akan ragu dalam mengalokasikan anggaran besar asalkan peruntukannya jelas demi kepentingan masyarakat banyak dan perbaikan kualitas hidup warga Jabodetabek.
Dengan hadirnya tambahan 30 rangkaian kereta baru ini, kapasitas layanan KRL Jabodetabek diharapkan mengalami peningkatan yang signifikan untuk memecah kepadatan di jam sibuk pagi dan sore hari. PT KAI sebagai induk perusahaan BUMN transportasi berkomitmen untuk terus menjalankan peran strategisnya dalam menyediakan jasa angkutan barang maupun penumpang yang handal.